Jokowi Bertemu Pemimpin Jerman dan Prancis
Minggu, 16 November 2014 7:19 WIB
Brisbane (ANTARA Lampung) - Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu pagi waktu Australia, melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande.
Seusai melakukan pertemuan bilateral dengan kedua pemimpin negara Eropa itu, Presiden Jokowi kemudian dijadwalkan meninjau pelabuhan serta kembali ke Jakarta setelah penutupan Pertemuan Puncak ke-9 Kelompok 20 atau G20.
Pertemuan Puncak ke-9 Kelompok 20 (G20), dibuka secara resmi di Brisbane, Sabtu sore waktu Australia, dengan sebuah pertunjukan seni tradisional suku asli negeri Kanguru itu, Suku Aborigin dan penduduk Selat Torres.
Acara pembukaan pertemuan tahunan yang digelar di Brisbane Convention and Exhibition Center (BCEC) itu diawali dengan penyambutan Kepala Negara Anggota G20 dan negara-negara tamu undangan oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbott.
Satu per satu tamu negara itu berjabat tangan dan bertukar sapa dengan PM Australia, sementara puluhan wartawan mengabadikan peristiwa tersebut.
Presiden Jokowi yang sore itu mengenakan jas hitam dan dasi merah tiba di tempat acara setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Setelah sesi penyambutan satu per satu, para pemimpin negara itu kemudian disambut secara resmi dan khusus oleh kelompok "Traditional Owners" dengan tari dan lagu tradisional.
"Traditional Owners" merupakan kelompok kesenian suku Aborigin dan penduduk asli Selat Torres yang terus melestarikan hubungannya dengan budaya asli mereka.
Selama berabad-abad rakyat Aborigin dan Selat Torres secara resmi menyambut tamu-tamu mereka. Kali ini mereka juga melakukan upacara penyambutan yang sama kepada para pemimpin G20 itu, atas nama bangsa, sebagai simbol tidak hanya untuk suku mereka tapi bagi seluruh Australia.
Pentas tari dan lagu itu merupakan hasil karya koreografer terkenal Australia kelahiran Brisbane, Stephen Page yang menggabungkan penampilan penyanyi Maroochy Barambah, kelompok tari Aborigin Nunukul Yuggera, serta kelompok tari Malu Kiai Mura Buai dan Bangarra.
Pertemuan puncak G20 yang digelar 15-16 November 2014 merupakan kali pertama Presiden Joko Widodo hadir untuk mewakili Indonesia. Selain anggota tetap G20, pada pertemuan puncak kali ini Australia juga mengundang Ketua Uni Afrika Mauritania, Ketua ASEAN Myanmar dan Selandia Baru serta Senegal, Singapura dan Spanyol.
Sementara itu anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Seusai melakukan pertemuan bilateral dengan kedua pemimpin negara Eropa itu, Presiden Jokowi kemudian dijadwalkan meninjau pelabuhan serta kembali ke Jakarta setelah penutupan Pertemuan Puncak ke-9 Kelompok 20 atau G20.
Pertemuan Puncak ke-9 Kelompok 20 (G20), dibuka secara resmi di Brisbane, Sabtu sore waktu Australia, dengan sebuah pertunjukan seni tradisional suku asli negeri Kanguru itu, Suku Aborigin dan penduduk Selat Torres.
Acara pembukaan pertemuan tahunan yang digelar di Brisbane Convention and Exhibition Center (BCEC) itu diawali dengan penyambutan Kepala Negara Anggota G20 dan negara-negara tamu undangan oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbott.
Satu per satu tamu negara itu berjabat tangan dan bertukar sapa dengan PM Australia, sementara puluhan wartawan mengabadikan peristiwa tersebut.
Presiden Jokowi yang sore itu mengenakan jas hitam dan dasi merah tiba di tempat acara setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Setelah sesi penyambutan satu per satu, para pemimpin negara itu kemudian disambut secara resmi dan khusus oleh kelompok "Traditional Owners" dengan tari dan lagu tradisional.
"Traditional Owners" merupakan kelompok kesenian suku Aborigin dan penduduk asli Selat Torres yang terus melestarikan hubungannya dengan budaya asli mereka.
Selama berabad-abad rakyat Aborigin dan Selat Torres secara resmi menyambut tamu-tamu mereka. Kali ini mereka juga melakukan upacara penyambutan yang sama kepada para pemimpin G20 itu, atas nama bangsa, sebagai simbol tidak hanya untuk suku mereka tapi bagi seluruh Australia.
Pentas tari dan lagu itu merupakan hasil karya koreografer terkenal Australia kelahiran Brisbane, Stephen Page yang menggabungkan penampilan penyanyi Maroochy Barambah, kelompok tari Aborigin Nunukul Yuggera, serta kelompok tari Malu Kiai Mura Buai dan Bangarra.
Pertemuan puncak G20 yang digelar 15-16 November 2014 merupakan kali pertama Presiden Joko Widodo hadir untuk mewakili Indonesia. Selain anggota tetap G20, pada pertemuan puncak kali ini Australia juga mengundang Ketua Uni Afrika Mauritania, Ketua ASEAN Myanmar dan Selandia Baru serta Senegal, Singapura dan Spanyol.
Sementara itu anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Pewarta : GNC Aryani
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Lampung sebut temu bisnis udang perluas penyerapan produk perikanan
19 December 2025 20:10 WIB
Pemain film series "Balas Dendam Istri yang Tak Dianggap", temu penggemar di Lampung
27 September 2025 19:06 WIB
Manager Communication, Relations Regional Jawa sebut pers mitra strategis Pertamina
24 September 2025 19:37 WIB
Buka temu awal perkuliahan, Rektor Itera tekankan peran dosen bangun inovasi mahasiswa
10 February 2025 8:00 WIB
Dies Natalis ke-59 FEB Unila gelar temu alumni, Cuak Mengan Pangan Balak
13 November 2024 8:42 WIB, 2024
Pj Gubernur Lampung sebut temu bisnis perkebunan jalin kemitraan berlanjut
02 July 2024 21:24 WIB, 2024