Danau Ranau Lampung Barat Butuh Investor
Senin, 18 Juli 2011 20:09 WIB
Para Nelayan dan Wisatawan sedang melepas berbagai jenis ikan segar air tawar hasil tangkapan dari Danau Ranau, Kabupaten Lampung Barat. (Foto ANTARA/M.Tohamaksun).
Liwa (ANTARA LAMPUNG) - Kabupaten Lampung Barat membutuhkan investor guna mengembangkan potensi Danau Ranau yang terletak di Pekon (Desa) Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung, sebagai sektor wisata dan budidaya ikan.
"Daerah ini membutuhkan investor yang dapat mengelola potensi danau untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis perikanan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran, di Liwa, Senin.
Dia menjelaskan, potensi alam kawasan danau tersebut mampu mendatangkan keuntungan besar bagi investor yang melakukan kemitraan dengan Lampung Barat.
Sejauh ini pengembangan Danau Ranau sangat terbatas, disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah untuk menjadikan kawasan itu sebagai lokasi tujuan wisata berbasis perikanan.
Menurut dia, potensi yang di kawasan Danau Ranau dapat dijadikan lokasi wisata dengan mengembangkan lokasi permainan dan sarana wisata memancing.
"Danau Ranau yang dimiliki Lampung Barat sangat tepat dikembangkan sebagai lokasi wisata memancing dan kuliner, selain itu daerah perairan ini, mampu pula dijadikan lokasi petualang sebab kawasan ini berada di bawah kaki Gunung Seminung, yang menyuguhkan keindahan panorama alam yang menantang," kata dia lagi.
Kawasan yang saat ini menjadi target pengembangan desa wisata dan sarana pengembangan ikan air tawar melalui keramba jaring apung (KJA) dan keramba jaring tancap (KJT), hingga saat ini potensi alam itu baru sekitar 30 persen yang dikembangkan.
Pemerintah daerah setempat juga memberikan kemudahan bagi siapa saja yang hendak mengembangkan kawasan danau itu menjadi lokasi pengembangan pariwisata dan budidaya ikan, selain itu untuk lebih mengenalkan potensi alam tersebut, pemerintah daerah menggencarkan promo daerah melalui berbagai media.
Tidak hanya sektor pariwisata dan budidaya ikan saja, kawasan Danau Ranau tersebut menyimpan potensi panas bumi, berdasarkan hasil penelitian dari Badan Geologi Kementerian Sumber Daya Mineral, potensi panas bumi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan tenaga listrik mencapai 37 MW.
(ANTARA/PSO-049).
"Daerah ini membutuhkan investor yang dapat mengelola potensi danau untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis perikanan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran, di Liwa, Senin.
Dia menjelaskan, potensi alam kawasan danau tersebut mampu mendatangkan keuntungan besar bagi investor yang melakukan kemitraan dengan Lampung Barat.
Sejauh ini pengembangan Danau Ranau sangat terbatas, disebabkan keterbatasan anggaran pemerintah untuk menjadikan kawasan itu sebagai lokasi tujuan wisata berbasis perikanan.
Menurut dia, potensi yang di kawasan Danau Ranau dapat dijadikan lokasi wisata dengan mengembangkan lokasi permainan dan sarana wisata memancing.
"Danau Ranau yang dimiliki Lampung Barat sangat tepat dikembangkan sebagai lokasi wisata memancing dan kuliner, selain itu daerah perairan ini, mampu pula dijadikan lokasi petualang sebab kawasan ini berada di bawah kaki Gunung Seminung, yang menyuguhkan keindahan panorama alam yang menantang," kata dia lagi.
Kawasan yang saat ini menjadi target pengembangan desa wisata dan sarana pengembangan ikan air tawar melalui keramba jaring apung (KJA) dan keramba jaring tancap (KJT), hingga saat ini potensi alam itu baru sekitar 30 persen yang dikembangkan.
Pemerintah daerah setempat juga memberikan kemudahan bagi siapa saja yang hendak mengembangkan kawasan danau itu menjadi lokasi pengembangan pariwisata dan budidaya ikan, selain itu untuk lebih mengenalkan potensi alam tersebut, pemerintah daerah menggencarkan promo daerah melalui berbagai media.
Tidak hanya sektor pariwisata dan budidaya ikan saja, kawasan Danau Ranau tersebut menyimpan potensi panas bumi, berdasarkan hasil penelitian dari Badan Geologi Kementerian Sumber Daya Mineral, potensi panas bumi tersebut diperkirakan dapat menghasilkan tenaga listrik mencapai 37 MW.
(ANTARA/PSO-049).
Pewarta :
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seratusan ikan keramat di Cigugur mati, Pemkab Kuningan selidiki penyebabnya
02 February 2026 16:07 WIB
Bupati Lampung Selatan apresiasi aksi protes warga dengan tebar ikan di jalan rusak
11 April 2025 14:18 WIB
Inovasi Pangan Sehat: Mahasiswa KKN perkenalkan nugget ikan untuk cegah stunting
17 February 2025 7:32 WIB
Terpopuler - Lampung Barat
Lihat Juga
Bupati Lampung Barat sebut kepala sekolah berperan bangun kedisiplinan murid
15 January 2026 10:21 WIB