Logo Header Antaranews Lampung

Luas cetak sawah di Provinsi Lampung pada 2026 capai 1.480 hektare

Jumat, 29 Mei 2026 21:14 WIB
Image Print
Ilustrasi- Lahan pertanian di Kabupaten Pesawaran yang tengah memasuki masa tanam. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Dalam usaha untuk menambah luas lahan baku sawah, atau sawah baru

Bandarlampung (ANTARA) - Luasan cetak sawah di Provinsi Lampung dalam mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di 2026 mencapai 1.480 hektare.

"Dalam usaha untuk menambah luas lahan baku sawah, atau sawah baru diberbagai bentuk lahan yang belum pernah diusahakan untuk pertanian dengan sistem sawah, maka dilakukan kegiatan cetak sawah baru," ujar Plt Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung Endro Gunawan di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan untuk kegiatan cetak sawah di Provinsi Lampung total mencapai luasan 1.480 hektare.

"Kegiatan cetak sawah ini dilakukan di tiga kabupaten dengan luas 1.480 hektare, dengan anggaran Rp53,5 miliar," katanya.

Dia menjelaskan untuk cetak sawah di Kabupaten Mesuji seluas 372 hektare, Kabupaten Tulang Bawang memiliki 296 hektare, dan Kabupaten Lampung Timur seluas 812 hektare.

"Kegiatan cetak sawah baru tersebut paling luas di Kabupaten Lampung Timur dengan luas 812 hektare, dan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi, serta produktivitas pertanian di Lampung," ucap dia.

Menurut dia, ada sejumlah kriteria lokasi cetak sawah meliputi luas kawasan kurang lebih 50 hektare serta diutamakan berada pada satu areal tata kelola air.

Kemudian status kepemilikan dan batas tanah jelas serta bukan lahan sengketa, berada di luar kawasan hutan dan kawasan dengan nilai konservasi tinggi, tidak beririsan dengan hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pengelolaan dan izin lokasi.

Selanjutnya tidak berada pada lahan baku sawah 2024 atau pemutakhirannya, dan tata lokasi berada pada kawasan budidaya dalam perencanaan tata ruang wilayah.

"Sedangkan untuk survei, investigasi dan desain (SID) cetak sawah memiliki luas 6.300 hektare," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026