Lampung Tengah tambah luas sawah produktif

id lamteng cetak sawah baru, bupati lampung tengah, mustafa

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menambah areal sawah produktif seluas 1.324 hektare untuk mewujudkan kabupaten tersebut sebagai lumbung pangan.(Foto: Humas Pemkab Lampung Tegah)

Alhamdulillah lahan sawah di Lampung Tengah terus bertambah. Untuk tahun 2018 Insya Allah kita akan lakukan upaya perluasan lahan di Bandarsurabaya, kata Bupati
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, menambah areal sawah produktif seluas 1.324 hektare untuk mewujudkan kabupaten tersebut sebagai lumbung pangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah Rusmadi dalam keterangan diterima di Bandarlampung, Jumat (19/1) menjelaskan sawah yang dulunya tidak produktif kini telah menghasilkan berton-ton padi.

"Pada tahun 2016 cetak sawah seluas 445 hektare, per hektarenya menghasilkan 4 ton-4,5 ton. Sedangkan untuk cetak sawah 2017 dengan luas 879 hektare baru 31 hektare yang panen, hasilnya 4 ton-5 ton padi per hektarenya," kata dia.

Bupati Lampung Tengah Mustafa menjelaskan cetak lahan sawah, merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka percepatan dan perluasan tanam padi, sehingga produktivitas hasil pangan meningkat dan target Lampung Tengah bisa menjadi lumbung pangan dapat tercapai.

Menurutnya, penambahan cetak sawah baru digulirkan dalam rangka swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Lampung Tengah.

"Alhamdulillah lahan sawah di Lampung Tengah terus bertambah. Untuk tahun 2018 Insya Allah kita akan lakukan upaya perluasan lahan di Badarsurabaya. Kita menginventarisasi wilayah-wilayah yang berpotensi untuk penambahan cetak lahan," kata dia.

Ia mengingatkan petani untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki semaksimal mungkin.

"Petani harus terus tingkatkan produktivitas pertanian, jangan sampai ada lahan kosong, harus kita maksimalkan. Dengan ini kesejahteraan petani meningkat, pengangguran berkurang dan daerah lebih maju," kata dia.


Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar