
Gubernur Lampung sebut hilirisasi peternakan bantu cukupi kebutuhan protein

Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa adanya hilirisasi sektor peternakan dapat membantu pemerintah mencukupi kebutuhan protein masyarakat.
"Pertanian dan peternakan tidak boleh lagi hanya menjadi sektor penghasil bahan mentah. Sektor ini harus menjadi sumber industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja dan menghadirkan kesejahteraan bagi petani, peternak, serta masyarakat desa," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan penting juga dilakukan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia, dengan mendorong hilirisasi sektor peternakan.
"Kita harus memastikan kecukupan protein hewani masyarakat, mulai dari telur, daging, ayam, ikan hingga susu. Hilirisasi peternakan sangat penting untuk memperkuat pasokan protein, menjaga harga tetap terjangkau, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis," ucap dia.
Dia menjelaskan Pemerintah Provinsi Lampung memiliki program yakni Program Desaku Maju yang memiliki tujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas, pelatihan vokasi, hilirisasi hasil pertanian, serta pembangunan infrastruktur desa.
"Kami ingin membangun desa-desa yang kuat secara ekonomi. Kelembagaan desa seperti koperasi dan BUMDes harus diperkuat, sementara produksi dan produktivitas pertanian terus ditingkatkan dengan semangat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan," tambahnya.
Ia melanjutkan Provinsi Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.
"Lampung memiliki basis pertanian yang sangat kuat untuk mendukung pengembangan peternakan. Produksi padi mencapai 3,25 juta ton gabah kering giling (GKG) dan terus meningkat. Produksi jagung sekitar 1,7 juta ton atau terbesar keenam nasional, serta ubi kayu mencapai 7,5 juta ton. Semua itu menjadi bahan baku potensial untuk pakan ternak,” ujar dia.
Ia menyebutkan Lampung juga memiliki kontribusi besar terhadap sektor peternakan nasional. Untuk komoditas sapi potong, Lampung berada di peringkat keempat nasional, kambing peringkat ketiga, ayam pedaging peringkat kesembilan, dan ayam petelur peringkat kesepuluh nasional.
Menurut dia, capaian tersebut harus menjadi dasar untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan peternakan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta meningkatkan ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
