Logo Header Antaranews Lampung

Imunisasi jadi kunci tekan penyebaran campak

Rabu, 8 April 2026 15:46 WIB
Image Print
Ilustrasi: Siswa SD di Bandarlampung sedang menerima Vaksinasi pada Bulan Vaksinasi Anak Nasional guna melindungi anak Indonesia dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. ANTARA/Dian Hadiyatna

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung menyebutkan bahwa imunisasi menjadi kunci guna menekan penyebaran kasus campak di kota ini.

"Kami berharap seluruh balita di Kota Bandarlampung mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah utama menekan penyebaran campak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, imunisasi campak sangat penting didapatkan oleh balita guna mengurangi risiko terkena campak, terlebih efektivitasnya mencapai 97 persen dalam mencegah penyakit.

"Maka dari itu kami juga akan terus berupaya jemput bola bagi balita yang belum mendapatkan imunisasi campak. Hal ini dilakukan guna mencegah dan memberikan imunitas kepada balita terhadap penyakit ini," kata dia.

Muhtadi mengatakan saat ini kasus campak bukan hanya terjadi secara lokal, melainkan sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Bahkan, Kementerian Kesehatan telah meminta daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan suspek campak.

"Kami selalu menghimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam atau ruam agar segera mendapatkan penanganan," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, Dinkes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK terkait tanda-tanda seseorang terkena campak.

"Dinkes akan terus menggencarkan edukasi serta meningkatkan cakupan vaksinasi campak demi melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tersebut," kata dia.

Berdasarkan data dari 31 puskesmas di Kota Bandarlampung hingga Maret terdapat sekitar 51 kasus suspek campak pada balita. Sementara itu, laporan dari sejumlah rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta, mencatat total hingga 169 kasus suspek, meski belum semuanya dipastikan berasal dari warga Bandarlampung.



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026