
Anggota DPR soroti kendala infrastruktur dan konektivitas dalam RDP Kemenpar

Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, menyoroti persoalan krusial terkait aksesibilitas dan infrastruktur yang dinilai masih menjadi kelemahan utama dalam pengembangan destinasi pariwisata domestik di Indonesia.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata di Jakarta, Rabu (1/4) Rycko menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur harus menjadi fokus utama pemerintah guna memperkuat daya saing pariwisata nasional.
"Menyangkut masalah infrastruktur, ini selalu menjadi kelemahan wisata domestik kita. Hampir di seluruh destinasi, aksesnya sangat tidak mendukung, mulai dari kondisi jalan hingga rambu petunjuk jalan yang minim," ujar Rycko.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut menyampaikan bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak boleh hanya terpaku pada upaya mengundang wisatawan mancanegara, tetapi juga harus serius memperkuat pasar domestik.
Selain masalah fisik infrastruktur, Rycko menggarisbawahi tantangan konektivitas udara. Ia mencermati adanya ketimpangan antara status bandara internasional dengan realitas penerbangan langsung yang tersedia.
"Ada sejumlah bandara yang sudah berstatus internasional, namun faktanya belum memiliki penerbangan langsung ke provinsi tersebut. Statusnya internasional, tetapi maskapainya belum masuk," jelasnya.
Terkait hal tersebut, ia mendesak Kemenpar untuk mengambil peran di garda terdepan dalam melakukan koordinasi lintas sektoral, terutama dengan Kementerian Perhubungan serta instansi keimigrasian. Sinergi ini dinilai penting untuk membuka peluang pasar, baik domestik maupun internasional, khususnya dari negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
Lebih lanjut, Rycko mendorong pemerintah agar lebih progresif dalam menggali potensi pasar wisatawan dari kawasan Asia, selain pasar tradisional seperti Timur Tengah dan Eropa.
"Potensi wisatawan dari negara-negara Asia sangat besar. Kita harus mampu menyerap potensi tersebut secara optimal melalui kebijakan konektivitas yang tepat sasaran," pungkasnya.
RDP tersebut digelar dengan agenda utama pembahasan tindak lanjut Rencana Kerja Tahun 2026 Kementerian Pariwisata, sebagai upaya memastikan target-target pembangunan sektor pariwisata dapat terealisasi di tengah dinamika ekonomi dunia.
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
