
Arus balik di Pelabuhan Bakauheni capai 60 persen hingga H+5 Lebaran

Kita ingin semuanya bisa terlayani dengan baik
Lampung Selatan (ANTARA) - Arus balik penyeberangan lintas Sumatera–Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, hingga H+5 Lebaran 2026 mencapai sekitar 60 persen dari total pergerakan pemudik.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus memantau arus penyeberangan agar seluruh pengguna jasa transportasi dapat terlayani dengan baik.
“Kita ingin semuanya bisa terlayani dengan baik,” kata Dudy saat meninjau arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat.
Data Posko Lebaran pada Jumat pukul 14.00 WIB, mencatat jumlah penumpang yang telah kembali mencapai 543.440 orang atau sekitar 60 persen dari total arus mudik.
Jumlah kendaraan yang telah kembali juga mencapai 144.039 unit atau sekitar 60 persen dari total kendaraan yang menyeberang saat arus mudik.
Sementara itu, masih terdapat sekitar 355.424 penumpang atau 40 persen yang belum kembali ke Pulau Jawa.
Adapun kendaraan yang belum kembali tercatat sebanyak 95.881 unit atau sekitar 40 persen dari total arus mudik.
Dalam kunjungan tersebut, Dudy memantau langsung antrean kendaraan di sekitar area pelabuhan didampingi oleh Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo.

Ia juga berdialog dengan sejumlah pengguna jasa penyeberangan untuk mengetahui kondisi di lapangan sekaligus menyerap masukan terkait pelayanan arus balik.
Selain itu, Menhub turut memberikan bantuan sosial kepada pemudik serta berinteraksi dengan masyarakat yang berada di area pelabuhan.
Ia menyebut pengaturan arus kendaraan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di kedua sisi penyeberangan, baik di Bakauheni maupun Merak.
“Jadi kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja, kita juga memikirkan di sebelah sana supaya semua terlayani dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, distribusi kendaraan yang seimbang menjadi kunci untuk mencegah penumpukan di pelabuhan tujuan.
Ia menambahkan pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pengaturan arus agar tidak menimbulkan kepadatan baru di titik tujuan penyeberangan.
Lebih lanjut, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi potensi penumpukan kendaraan, khususnya truk logistik, di Pelabuhan Bakauheni.
Penguatan koordinasi tersebut dilakukan melalui pengaturan pola operasi kapal, optimalisasi buffer zone, serta pengendalian arus kendaraan agar distribusi logistik dan arus penumpang tetap berjalan seimbang selama periode arus balik.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Arus balik Bakauheni capai 60 persen hingga H+5 Lebaran
Pewarta : Aria Ananda
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
