Menhub: Jajaran siaga 24 jam untuk hadapi cuaca ekstrem selama Nataru

id Menhub,Kemenhub,Natal,Tahun Baru,Menhub Dudy

Menhub: Jajaran siaga 24 jam untuk hadapi cuaca ekstrem selama Nataru

Sejumlah kendaraan roda empat antre untuk memasuki kapal saat bersandar di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (2/12/2025). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan diskon hingga 19 persen pada layanan penyeberangan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 sebagai dukungan terhadap program stimulus pemerintah guna meningkatkan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/rwa.

Saya menegaskan seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh unit pelaksana di lapangan siaga 24 jam, tanpa kompromi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan seluruh jajaran perhubungan siaga 24 jam selama Natal dan Tahun Baru untuk menghadapi cuaca ekstrem serta memastikan keselamatan pelayaran dan perjalanan masyarakat secara optimal nasional.

"Saya menegaskan seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut dan seluruh unit pelaksana di lapangan siaga 24 jam, tanpa kompromi," kata Menhub dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Menhub menegaskan pentingnya kesiapsiagaan penuh seluruh jajaran untuk mengawal kelancaran angkutan Natal dan Tahun Baru, khususnya sektor laut, demi keselamatan penumpang kelancaran pelayaran dan keandalan layanan nasional selama periode libur.

Memasuki masa Natal dan Tahun Baru 2026, potensi cuaca ekstrem di laut meningkat dengan gelombang tinggi angin kencang serta hujan lebat berisiko mengganggu keselamatan pelayaran masyarakat saat pergerakan libur akhir tahun.

"Memasuki masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, potensi cuaca ekstrem di laut bisa terjadi. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan dengan intensitas tinggi dapat mempengaruhi keselamatan pelayaran," ujarnya.

Ia menyebutkan berdasarkan survei Potensi Pergerakan Orang pada masa Natal dan Tahun Baru 2026, sebanyak 2,62 juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi laut.

Untuk itu, Menhub menekankan komitmen dan semangat untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung selamat.

"Keselamatan bukan hanya prioritas, keselamatan adalah harga mati, keselamatan yang terbaik adalah keselamatan yang bahkan tidak disadari karena tidak ada insiden yang terjadi," tutur Menhub.

Menhub mengingatkan insiden sebelumnya yakni tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali dan peristiwa Kebakaran KM Barcelona VA di perairan Talise, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Menurut dia, insiden-insiden di laut yang membawa korban itu membawa pesan yang tegas, yakni pentingnya mengutamakan keselamatan.

Ia pun meminta seluruh jajaran Ditjen Perhubungan laut untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, mengidentifikasi tantangan nyata di lapangan, dan merumuskan langkah inovatif yang berdampak bagi masyarakat luas.

Sejumlah instruksi lain juga disampaikan, diantaranya pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) yang harus diperketat dan menyeluruh, pengawasan kelebihan muatan harus diperkuat, kesiapsiagaan SAR dan keamanan pelayaran harus dioptimalkan serta koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan instansi terkait harus dilakukan real-time.

“Kapal yang tidak memenuhi standar tidak boleh diberikan izin berlayar. Informasi cuaca ekstrem harus tersampaikan cepat dan jelas," imbuhnya.

Di sisi lain, Menhub mengapresiasi jajaran Ditjen Perhubungan Laut yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan terus mendorong transformasi digital di sektor kemaritiman.

Melalui MaritimHub, Ditjen Perhubungan Laut telah membangun layanan cepat, terpadu, dan lintas direktorat, seperti persetujuan kerja keruk di kepelabuhanan, pemberian tanda UN-Mark dan pengelolaan barang berbahaya.

Selain itu sertifikat Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) di bidang kenavigasian, registrasi fasilitas Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) serta pengujian pertama Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP).

"Digitalisasi kemaritiman ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi perangkat untuk menciptakan layanan publik yang makin efektif, transparan, dan dipercaya," beber Menhub.

Tahun ini, tambah Menhub, Ditjen Perhubungan Laut memasuki fase transisi penting dalam penyelenggaraan transportasi nasional. Tugas dan fungsi Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) secara bertahap beralih dari Ditjen Perhubungan Darat ke Ditjen Perhubungan Laut.

Transisi itu bukan sekadar penyesuaian administrasi, melainkan juga penguatan peran Perhubungan Laut sebagai penjaga konektivitas nasional dari sisi matra laut, termasuk penyeberangan antarpulau.

“Saya berharap seluruh jajaran mampu menjalankan transisi ini dengan penuh tanggung jawab dan responsif terhadap dinamika lapangan," kata Menhub.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub: Jajaran siaga 24 jam di Natal-Tahun Baru hadapi cuaca ekstrem

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.