
Wisatawan di Lampung Selatan diminta waspada agar tidak terseret arus laut

Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak berenang di area pantai selatan. Risiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi
Lampung Selatan (ANTARA) - Kepolisian Resor Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya terseret arus laut saat berlibur di pantai pada hari libur Lebaran 2026.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi, di Kalianda, Senin, mengingatkan bahwa sebagian besar pantai di wilayah tersebut memiliki karakter ombak tinggi serta arus balik (rip current) yang berbahaya bagi pengunjung.
“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tidak berenang di area pantai selatan. Risiko terseret arus dan tenggelam sangat tinggi,” ujar dia.
Ia menjelaskan kondisi gelombang laut yang tidak stabil kerap menjadi penyebab utama kecelakaan laut, terutama saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung pada masa libur panjang, seperti Lebaran.
Menurut dia, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah memasang sejumlah rambu peringatan di titik-titik rawan serta menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan di lokasi wisata.
Namun demikian, dirinya menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pengunjung diharapkan mematuhi seluruh aturan dan imbauan yang telah disampaikan.
"Kami juga meminta orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai bermain terlalu dekat dengan ombak tanpa pengawasan," katanya.
Selain itu, pengunjung diminta tidak memaksakan diri untuk berenang atau bermain air di luar batas aman, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di sekitar pantai.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli dan edukasi kepada masyarakat guna meminimalkan risiko kecelakaan selama masa libur berlangsung.
Selain itu, ia mengharapkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat apabila terjadi kondisi membahayakan di lokasi wisata.
"Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi call center 110 yang aktif selama 24 jam," ujarnya.
Dengan meningkatnya kesadaran pengunjung terhadap potensi bahaya, diharapkan aktivitas wisata di kawasan pantai Lampung Selatan dapat berjalan aman dan kondusif.
"Kami berharap masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman bersama keluarga, tanpa mengabaikan faktor keselamatan,” ucapnya.
Baca juga: Wali Kota Bandarlampung: Bersih pantai langkah awal untuk tata kawasan pesisir
Baca juga: Belangiran bisa menjadi event nasional untuk tarik wisatawan ke Lampung
Baca juga: Kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan capai 1,5 juta orang
Pewarta : Riadi Gunawan
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
