
Lampung targetkan pembuatan 1.000 biopori untuk atasi banjir

Dalam jangka pendek untuk melakukan pencegahan serta pengendalian banjir yang berulang di Bandarlampung dan sekitarnya
Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan pembuatan 1.000 biopori sebagai salah satu upaya pengendalian banjir di wilayah setempat.
"Dalam jangka pendek untuk melakukan pencegahan serta pengendalian banjir yang berulang di Bandarlampung dan sekitarnya, kami mendorong adanya area resapan di setiap rumah warga," ujar Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan pembuatan daerah resapan air, salah satunya di setiap rumah warga, dapat membantu meningkatkan daya resap air tanah, sehingga mengurangi risiko banjir.
"Tahun ini Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung menganggarkan untuk pembuatan lubang biopori khusus di Kota Bandarlampung sebanyak 1.000 biopori," katanya.
Menurut dia, pembuatan area resapan air di lingkungan rumah melalui lubang biopori, juga menjadi salah satu langkah konservasi air tanah.
"Ini sebenarnya akan lebih efektif kalau semua pihak ikut membuat biopori secara menyeluruh, dengan melibatkan dunia usaha serta masyarakat," katanya.
Ia memastikan saat ini diperlukan sebanyak 20.000-50.000 lubang biopori untuk mempercepat dampak pengendalian risiko banjir serta konservasi air.
"Kalau diperbanyak sampai 20.000-50.000 lubang biopori itu akan ada dampaknya. Kalau 1.000 lubang biopori di Kota Bandarlampung ini sebagai langkah tercepat," katanya.
Baca juga: Pemkot Bandarlampung siap bantu pembiayaan untuk penanganan sungai
Baca juga: Sekda Provinsi sebut pentingnya perkuat edukasi larangan buang sampah di sungai
Baca juga: BBWS ingatkan pentingnya rencana induk untuk tangani banjir di Lampung
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
