Logo Header Antaranews Lampung

Gubernur Lampung: Kehadiran pondok pesantren bantu kurangi anak putus sekolah

Sabtu, 7 Maret 2026 18:47 WIB
Image Print
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi arahan terkait peningkatan kualitas pendidikan di Lampung. ANTARA/HO-Pemprov Lampung
Pondok pesantren memiliki peran vital dalam menyelamatkan puluhan ribu anak putus sekolah dan menjaga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa keberadaan pondok pesantren dapat membantu mengurangi anak putus sekolah di daerah itu.

"Pondok pesantren memiliki peran vital dalam menyelamatkan puluhan ribu anak putus sekolah dan menjaga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung," ujar dia dalam keterangan di Bandarlampung, Sabtu.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Lampung, menurut dia, terdapat ketimpangan signifikan terkait dengan ketersediaan bangku sekolah menengah di provinsi tersebut.

"Dari sekitar 130.000 orang lulusan sekolah menengah pertama (SMP) setiap tahunnya dan hanya tersedia sekitar 90.000 bangku di sekolah menengah atas (SMA), sehingga menyisakan puluhan ribu siswa yang terancam putus dalam memperoleh akses pendidikan," katanya.

Gubernur mengatakan 20.000 lulusan SMP yang tidak tertampung tersebut, akhirnya diserap oleh ribuan pondok pesantren di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Keberadaan sekitar 1.400 pondok pesantren terbukti menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda berakhlak, sekaligus menekan angka kemiskinan di daerah.

"Saya tidak dapat membayangkan seandainya tidak ada pesantren di Provinsi Lampung, mungkin Indeks Pembangunan Manusia kita bisa bertambah turun, bahkan kemiskinan kita bisa bertambah juga," ucap dia.

Sebagai wujud kepedulian dan dukungan konkret pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Lampung telah mengalokasikan bantuan dana hibah tahun anggaran 2026 untuk pondok pesantren.

"Bantuan ini diserahkan langsung kepada 20 pondok pesantren serta lembaga pendidikan keagamaan untuk membantu pengembangan pondok pesantren," katanya.


Baca juga: Rektor UIN Lampung menilai tradisi keilmuan di pesantren harus adaptif

Baca juga: Menag: Kehadiran Ditjen Pesantren dapat perkuat konsolidasi nasional

Baca juga: Kemenag harap Perpres Ditjen Pesantren dapat terbit sebelum akhir 2025



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026