
Target TFR di Lampung 2026 sebesar 2,19

Program KB mampu menurunkan angka kelahiran dan menjaga TFR tetap pada tingkat ideal.
Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih mengatakan bahwa target total fertility rate (TFR) 2026 di daerah itu sebesar 2,19.
"Program Keluarga Berencana (KB) merupakan instrumen utama dalam mengendalikan tingkat kelahiran. Dan TFR menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan, sehingga keberhasilan program ini dalam mengatur jumlah, jarak, dan waktu kelahiran secara langsung akan mempengaruhi besar kecilnya TFR," ujar Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih di Bandarlampung, Senin.
Ia mengatakan dengan TFR yang terkendali, maka Program KB berkontribusi pada terwujudnya keluarga kecil yang sehat dan berkualitas serta mendukung pengendalian pertumbuhan penduduk dan mewujudkan pembangunan yang berkualitas.
"Target TFR yang ditetapkan di 2025 sebesar 2,2, sementara realisasinya tercatat sebesar 2,25. Dengan demikian, capaian kinerja TFR mencapai 97,77 persen dari target yang ditetapkan pada 2025," katanya.
Ia melanjutkan untuk target TFR di 2026 ditetapkan sebesar 2,19, capaian itu menunjukkan bahwa kinerja pengendalian fertilitas di Provinsi Lampung berada pada kategori sangat baik, dengan selisih realisasi terhadap target yang relatif kecil dan masih berada dalam rentang yang dapat dikendalikan melalui intervensi program yang tepat.
"Program KB mampu menurunkan angka kelahiran dan menjaga TFR tetap pada tingkat ideal. Ini dapat dilakukan dengan peningkatan penggunaan alat kontrasepsi, melakukan penundaan usia kehamilan yang tidak direncanakan. Sebab dengan melakukan ini selain TFR terjaga juga bisa memberikan hak anak untuk mendapatkan ASI eksklusif, kasih sayang dan perhatian dengan baik," ucap dia.
Untuk menjaga TFR Lampung tetap terjaga, pihaknya akan mempertahankan pasangan usia subur yang sudah menjadi peserta KB untuk tetap rutin menerapkan program KB.
"Sasarannya tentu pasangan yang sudah menikah dan kami memiliki 650 petugas penyuluh keluarga berencana yang ada di 15 kabupaten dan kota untuk mengedukasi masyarakat. Kami pun berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat yang menjadi sasaran pembinaan di lapangan," katanya.
Baca juga: Hari Kontrasepsi Sedunia jadi momen untuk tingkatkan kesadaran KB
Baca juga: BKKBN Lampung: 34 tempat penitipan anak bersertifikat telah aktif beroperasi
Baca juga: BKKBN Lampung sebut pendampingan 1.000 HPK upaya entaskan stunting
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
