Logo Header Antaranews Lampung

Kodam XXI/Radin Inten inisiasi tanam padi untuk ketahanan pangan

Selasa, 20 Januari 2026 20:24 WIB
Image Print
Panglima Kodam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi saat dimintai keterangan. Provinsi Lampung, Selasa (20/1/2026). (ANTARA/HO-Kodam XXI/Radin Inten)
Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare

Bandarlampung (ANTARA) - Kodam XXI/Radin Inten menginisiasi gerakan tanam padi serentak di Desa Braja Fajar dan Desa Braja Emas, Kabupaten Lampung Timur yang melibatkan sekitar 250 petani untuk memperkuat ketahanan pangan.

"Kegiatan ini melibatkan sekitar 250 petani dengan luasan tanam awal 500 hektare," kata Panglima Kodam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan bahwa gerakan tanam padi serentak ini, menggunakan varietas padi Inpari 32 yang memiliki potensi hasil hingga delapan ton per hektare.

"Ke depan, melalui riset, pengembangan teknologi pertanian, kami berharap ada varian bibit dengan produktivitas bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare,” kata Kristomei.

Ia menegaskan bahwa gerakan tanam padi serentak ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.

"Kodam XXI/Radin Inten turut mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Salah satunya dengan aplikasi Centurion 21 yang mengintegrasikan pemetaan drone dan analisis data untuk memprediksi hasil panen serta mendeteksi gangguan tanaman sejak dini," kata dia.

Panglima juga mengatakan bahwa dalam gerakan ini Babinsa tidak hanya mendampingi di lapangan, tetapi juga menjadi penghubung teknologi bagi petani. Dengan pendekatan berbasis data dan kecerdasan buatan, sektor pertanian di Lampung Timur diharapkan semakin efisien dan berdaya saing.

"Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan kelompok tani, gerakan tanam padi serentak ini diharapkan mampu mendongkrak produksi beras Lampung Timur sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu penyangga pangan nasional," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah mengatakan bahwa kehadiran TNI dan pemerintah provinsi menjadi suntikan semangat baru bagi petani dan pemerintah daerah di tengah keterbatasan fiskal.

"Lampung Timur memiliki luas lahan padi 55.952 hektare, terbesar kedua di Provinsi Lampung. Meski alokasi anggaran pertanian masih terbatas, kolaborasi ini membuat kami optimistis produksi dan kesejahteraan petani dapat terus meningkat," kata dia.

Ia menjelaskan gerakan tanam padi di Way Jepara akan menjadi wilayah pendampingan Kodam XXI/Radin Inten dengan luasan awal mencapai 2.396 hektare yang berpotensi diperluas ke kecamatan lain.

"Program ini melengkapi berbagai inisiatif sebelumnya, seperti petani mitra Adhyaksa serta optimalisasi lahan pertanian di sejumlah wilayah Lampung Timur," kata dia.

Baca juga: Pemkab Lamtim apresiasi Kodam XXI/Radin Inten dukung ketahanan pangan

Baca juga: Lampung targetkan indeks pertanaman dapat meningkat 2,3 kali tanam

Baca juga: Menko Pangan dan Wakapolri lakukan tanam jagung untuk dukung swasembada pangan



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026