Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa adanya Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dapat memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di daerahnya.
"Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang setara. Penguatan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) merupakan strategi kebijakan pemerintah untuk memastikan tidak ada satu pun masyarakat Lampung yang tertinggal dalam akses layanan dasar," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan seluruh kebijakan pembangunan harus bertumpu pada prinsip pemerataan dan keberpihakan kepada masyarakat.
"Negara mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan dasar kepada seluruh warga negara, dimana Posyandu memegang peran sentral sebagai instrumen negara yang paling dekat dengan masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan Posyandu bukan lagi sekedar tempat timbang balita atau layanan kesehatan ibu hamil, melainkan perpanjangan tangan negara yang memastikan seluruh siklus kehidupan masyarakat dari bayi hingga lansia mendapatkan perhatian yang sama.
"Ketika seorang anak dilahirkan di Lampung Barat atau Pesisir Barat, hak atas layanan dasar kesehatan harus setara dengan anak yang lahir di pusat kota. Tidak boleh ada perbedaan hanya karena jarak geografis," ucap dia.
Ia melanjutkan Posyandu enam SPM menjadi landasan untuk mewujudkan keadilan tersebut, karena layanan yang diberikan tidak hanya mencakup kesehatan, tetapi juga pendidikan dasar, perlindungan sosial, perumahan layak, sarana prasarana dasar, hingga keamanan lingkungan.
"Selain itu investasi terbesar suatu daerah bukan pada infrastruktur fisik semata, tetapi pada kualitas sumber daya manusianya juga," tambahnya.
Ia mengatakan bahwa masalah seperti stunting, gizi buruk, tingginya angka risiko ibu hamil, serta rendahnya literasi keluarga tidak boleh dianggap remeh karena akan mempengaruhi produktivitas dan daya saing Lampung di masa depan.
“Pondasi sumber daya manusia itu dibangun sejak dari kandungan. Kalau pelayanan pada dasarnya kuat sejak awal, sebab kami sedang menyiapkan generasi yang baik di Lampung untuk 20-30 tahun ke depan. Oleh karena itu penting sekali dilakukan penguatan Posyandu sebagai ujung tombak layanan dasar di tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.
Menurut dia, negara telah menempatkan masyarakat khususnya para kader Posyandu sebagai jejaring paling efektif untuk memastikan layanan dasar menjangkau seluruh keluarga hingga tingkat RT.
Dan kader Posyandu berperan besar dalam membantu negara memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, hingga perlindungan sosial.
"Keberhasilan Posyandu enam SPM tidak hanya bermanfaat bagi keluarga dan desa, tetapi akan berdampak pada kemajuan ekonomi Lampung secara keseluruhan. Sumber daya manusia yang sehat, produktif dan berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah. Kita ingin Lampung bukan hanya tumbuh, tetapi melompat lebih jauh. Dan semua itu dimulai dari pelayanan dasar yang merata, anak-anak yang hari ini kita jaga melalui Posyandu adalah tenaga kerja, pengusaha, dan pemimpin Lampung di masa depan,” tambahnya.
Baca juga: Gubernur Lampung: Perkuat pengawasan peredaran narkoba untuk lindungi anak muda
Baca juga: Gubernur Lampung pastikan disabilitas punya hak dan ruang yang sama
Baca juga: Gubernur Lampung: Tarik potensi wisata daerah melalui komoditas kopi
