Logo Header Antaranews Lampung

Unila gelar lokakarya pengembangan optimalisasi pendapatan non-akademik

Senin, 17 November 2025 14:17 WIB
Image Print
Kegiatan Lokakarya Pengembangan Optimalisasi Pendapatan Non-Akademik untuk memaksimalkan potensi pendapatan bagi kampus, Kamis (13/11/2025) (ANTARA/HO-Unila)

Bandarlampung (ANTARA) - Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PR-PTN) Universitas Lampung (Unila) menggelar Lokakarya Pengembangan Optimalisasi Pendapatan Non-Akademik untuk memaksimalkan potensi pendapatan bagi kampus.

Kegiatan yang dibuka Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Dr Habibullah Jimad SE, MSi turut dihadiri Kepala PR PTN Prof Dr Mahrinasari, MS, SE, MSc, para dekan, para wakil dekan, para Kepala Unit Penunjang Akademik, serta para kepala laboratorium di lingkungan Unila.

Dalam sambutannya, Dr Habibullah Jimad menyampaikan lokakarya ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan di Unila untuk duduk bersama merumuskan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi pendapatan non akademik.

Ia juga menekankan pentingnya identifikasi potensi aset dan layanan yang dimiliki setiap unit kerja agar dapat dioptimalkan secara profesional dan berkelanjutan.

Penyelenggara lokakarya ini menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof Dr Eng Yusril Yusuf, SSi, MSi, MEng, selaku Kepala LPPT UGM, yang memaparkan materi bertajuk "Optimalisasi Pendapatan Non Akademik: Laboratorium", serta Sumadi, SKom, staf LPPT UGM yang memberikan bimbingan teknis aplikasi marketplace untuk mendukung tata kelola bisnis unit non akademik di perguruan tinggi.

Dalam sesi pertama, Prof Yusril menekankan pentingnya peran laboratorium sebagai sumber pendapatan potensial bagi perguruan tinggi.

Menurut dia, laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai sarana akademik, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi unit layanan profesional yang menawarkan jasa pengujian, pelatihan, maupun riset terapan yang bernilai ekonomi.

Ia juga membagikan praktik baik pengelolaan laboratorium di UGM yang sudah berhasil beroperasi dengan prinsip akuntabilitas, efisiensi, dan keberlanjutan.

Sementara itu, Sumadi memperkenalkan konsep digitalisasi layanan non akademik melalui platform marketplace yang memudahkan pengelolaan transaksi dan promosi jasa universitas.

Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan akses pasar terhadap berbagai produk serta layanan yang dimiliki Unila, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan terintegrasi.

Melalui kegiatan ini, PR-PTN Unila berharap dapat mendorong terbentuknya skema bisnis yang akuntabel, profesional, dan menarik bagi pasar, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas unit dalam upaya peningkatan kemandirian keuangan universitas.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026