Jihan sebut skrining thalasemia harus terintegrasi dengan CKG

id Pencegahan dini thalasemia, wagub lampung, Pemprov lampung

Jihan sebut skrining thalasemia harus terintegrasi dengan CKG

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. ANTARA/HO-Pemprov Lampung

Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan pentingnya pelaksanaan skrining thalasemia yang terintegrasi melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan masyarakat tetap sehat.

"Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen terus menekankan pentingnya pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis yang terintegrasi dengan skrining thalasemia dan optimalisasi keaktifan peserta BPJS Kesehatan," ujar Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan arah kebijakan kesehatan saat ini harus beralih dari penanganan penyakit menuju upaya pencegahan penyakit sejak dini.

"Kita harus beralih dari paradigma pengobatan penyakit menjadi menjaga masyarakat tetap sehat. Fokusnya adalah deteksi dini dan pencegahan penyakit lebih awal," katanya.

Dia menjelaskan Program CKG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui program tersebut masyarakat dari berbagai kelompok usia akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sebagai bentuk deteksi dini berbagai penyakit kronis.

"Penting sekali untuk melakukan skrining thalasemia sebagai bagian dari pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis. Sebab thalasemia merupakan penyakit genetik yang dapat dicegah melalui pemeriksaan sederhana," ucap dia.

Menurut dia, thalasemia saat ini memberikan beban besar pada pembiayaan kesehatan. Satu anak penderita thalasemia mayor membutuhkan biaya pengobatan dan penanganan hingga Rp350-400 juta per tahun.

"Berdasarkan data, sekitar 3-10 persen penduduk Indonesia membawa gen thalasemia beta. Dengan angka kelahiran sekitar 20 persen, diperkirakan 2.500 bayi lahir setiap tahun dengan penderita thalasemia mayor, dan angka itu bisa meningkat bila tidak dilakukan pencegahan oleh karena itu perlu dilakukan deteksi sedini mungkin," tambahnya.

Ia melanjutkan program skrining tersebut akan terintegrasi dengan kegiatan CKG di sekolah, masyarakat umum, dan komunitas.

"Pemeriksaan awal dapat dilakukan melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) di puskesmas, dan jika ditemukan kelainan, dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan," ujar dia.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.