Pemkot Bandarlampung ajukan penambahan stok vaksin anti rabies ke Kemenkes

id Lampung ,Bandarlampung ,Kota Bandarlampung

Pemkot Bandarlampung ajukan penambahan stok vaksin anti rabies ke Kemenkes

Ilustrasi: Petugas sedang melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan. ANTARA/Dian Hadiyatna

Kami telah mengajukan permohonan tambahan ke Kementerian Kesehatan, dan berharap akan ada distribusi lanjutan dalam waktu dekat,

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengatakan telah mengajukan penambahan vaksinasi anti rabies (VAR) ke Kementerian Kesehatan karena stok yang tersedia saat ini hanya tersisa 200 dosis.

"Sisa stok vaksin anti rabies yang tersedia saat ini sekitar 200 dosis. Kami telah mengajukan permohonan tambahan ke Kementerian Kesehatan, dan berharap akan ada distribusi lanjutan dalam waktu dekat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan, berdasarkan data, total vaksin anti rabies yang diterima Dinas Kesehatan pada tahun ini sekitar 1.600 dosis dan telah didistribusikan ke seluruh puskesmas di kota ini.

"Namun dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat ada sekitar 600 kasus gigitan hewan penular rabies. Di mana setiap kasus gigitan umumnya memerlukan dua kali penyuntikan pada tahap awal. Dengan jumlah kasus tersebut, kebutuhan vaksin tentu cukup tinggi,” kata dia.

Muhtadi pun menyampaikan, bahwa pemberian vaksin anti rabies tidak dilakukan secara otomatis pada setiap kasus gigitan. Namun petugas kesehatan akan melihat terlebih dahulu kondisi hewan yang menggigit.

"Jika hewan tersebut menunjukkan gejala rabies, barulah korban diberikan vaksin. Hal ini dilakukan untuk memastikan penggunaan vaksin yang tepat sasaran, mengingat keterbatasan jumlahnya,” kata dia.

Kadinkes Bandarlampung itu pun mengakui bahwa saat ini sejumlah puskesmas sedang mengalami kekosongan stok vaksin anti rabies. Oleh karena itu, pihaknya telah menyusun mekanisme distribusi ulang antarpuskesmas.

"Artinya, vaksin yang tersedia di satu puskesmas dapat digunakan oleh puskesmas lain yang membutuhkan. Misalnya, jika Puskesmas Kedaton memiliki stok, sementara Puskesmas Way Halim kehabisan, maka Dinas Kesehatan akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi agar vaksin dari Kedaton dapat dialihkan ke Way Halim," kata dia.

Ia berharap melalui sistem distribusi dan komunikasi ini, setiap puskesmas dapat segera melapor ke Dinas Kesehatan jika mengalami kekosongan stok, sehingga pihaknya dapat segera mengarahkan ke puskesmas terdekat yang masih memiliki persediaan vaksin.

“Dengan mekanisme ini, kami berharap penanganan kasus gigitan hewan penular rabies dapat tetap berjalan optimal hingga akhir tahun,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung catat 150 ekor hewan telah disuntik rabies di 2025

Baca juga: Disnakkeswan Lampung: Vaksinasi rabies gratis dapat kendalikan penularan

Baca juga: Gubernur Lampung minta tekan penularan zoonosis perkuat kesehatan hewan

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.