
Lampung punya 13 lokasi panas bumi untuk dukung pengembangan EBT

Lampung ini punya sumber energi baru dan terbarukan yang cukup tinggi, contohnya kita punya 13 lokasi sumber panas bumi di sini
Bandarlampung (ANTARA) - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung menyatakan bahwa daerah itu memiliki 13 lokasi sumber panas bumi yang dapat mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
"Lampung ini punya sumber energi baru dan terbarukan yang cukup tinggi, contohnya kita punya 13 lokasi sumber panas bumi di sini. Tapi baru satu yang sudah termanfaatkan yaitu di daerah Ulubelu Kabupaten Tanggamus," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Provinsi Lampung Endang Wahyuni di Bandarlampung, Kamis.
Ia mengatakan sumber panas bumi yang ada di Ulubelu itu telah mampu termanfaatkan sebesar 260 megawatt, dari sebelumnya 220 megawatt ada penambahan kembali sebanyak 40 megawatt.
"Sebenarnya ada empat Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) aktif di Lampung yakni ada di Ulubelu, Rajabasa, Way Ratai dan Danau Ranau tapi pemanfaatannya masih ada kendala," katanya.
Dia menjelaskan untuk Wilayah Kerja Panas Bumi di Rajabasa sudah cukup lama terdeteksi potensinya, namun implementasi pemanfaatan masih belum dilaksanakan akibat adanya kendala kebijakan/regulasi.
"Dalam memaksimalkan sumber panas bumi ada sejumlah kendala yakni dari sisi risiko sosial dan lingkungan. Ini termasuk salah satu yang dihadapi di panas bumi Rajabasa karena ada resistensi dari masyarakat," ucap dia.
Ia melanjutkan dengan adanya total 13 lokasi panas bumi di Lampung maka total energi yang dihasilkan sebanyak 1.243 megawatt dan terdapat pula cadangan secara total sebesar 1.339 megawatt.
"Saat ini ada juga satu wilayah penugasan survei pendahuluan dan eksplorasi yaitu di WPSE Sekincau Selatan," tambahnya.
Baca juga: PGE Ulubelu borong empat penghargaan di ajang ENSIA 2025
Baca juga: PGE Ulubelu di Lampung jadi model pengelolaan panas bumi berbasis WEF Nexus
Baca juga: Pemerintah dukung pengembangan ekosistem hidrogen hijau Pertamina
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
