
Panjang lintasan survei seismik 2D di Lampung capai 688,5 kilometer

Kegiatan ini akan melintasi lima kabupaten di Provinsi Lampung dan dua kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan total 35 kecamatan dan 142 desa
Bandarlampung (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas Nanang Abdul Manaf mengatakan bahwa rencana survei seismik dua dimensi (2D) Pertamina EP di Provinsi Lampung memiliki panjang lintasan mencapai 688,5 kilometer.
"Kegiatan ini akan melintasi lima kabupaten di Provinsi Lampung dan dua kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dengan total 35 kecamatan dan 142 desa," ujar Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Migas Nanang Abdul Manaf di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan, rencana pengerjaan survei seismik dua dimensi akan dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Agustus 2026.
"Dan daerah yang akan dijadikan sasaran untuk dilakukan eksplorasi di Provinsi Lampung yaitu Kabupaten Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Waykanan, Lampung Tengah dan Lampung Timur," ucap dia.
Nanang menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tahap awal eksplorasi hulu migas untuk memastikan ada tidaknya potensi migas di Provinsi Lampung
"Kami akan memulai kegiatan hulu migas dimulai dari kegiatan eksplorasi. Eksplorasi ini dimulai untuk memastikan apakah di Provinsi Lampung ini ada potensi migas. Selama ini yang kita lihat dari data sekunder bahwa di sini ada, tapi untuk membuktikannya kita harus punya data seismik dua dimensi,” katanya.
Menurut dia, survei tersebut akan menjawab dua hal penting yakni adakah cekungan yang cukup untuk menghasilkan hidrokarbon, dan volumenya layak untuk dikembangkan secara komersial.
“Bila semuanya sudah terjawab, maka kami akan melakukan pengeboran karena biayanya cukup mahal. Dengan kedalaman mencapai 2.000 sampai 3.000 meter. Kalau kurang berhati-hati nanti bisa terjadi dry hole, dan biaya yang dikeluarkan cukup banyak,” ucap dia.
Ia mengatakan, untuk menghindari hal itu, pihaknya akan memastikan dengan berbagai data, salah satunya melalui survei seismik.
"Data seismik dua dimensi ini untuk memastikan, setelah itu kalau ada potensi akan dilanjutkan pengeboran atau tambah data tiga dimensi sampai yakin bahwa di sini ada potensi yang bisa dikembangkan," tambahnya
Dari indikasi data sebelumnya kegiatan survei seismik dua dimensi direncanakan berlangsung selama enam bulan, tergantung kondisi di lapangan.
“Kalau lancar tidak ada kendala, memakan waktu enam bulan. Tapi kalau ada bencana alam atau gangguan cuaca seperti hujan besar, bisa mundur satu hingga dua bulan,” kata dia lagi.
Baca juga: ESDM Lampung: Potensi gas Mesuji dan Tulang Bawang bisa dikembangkan
Baca juga: Investasi energi panas bumi serap sebanyak 5.200 tenaga kerja profesional
Baca juga: Pemprov Lampung sterilisasi area semburan lumpur di Tulang Bawang
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
