Pemkot Bandarlampung sebut program BIAS telah sasar 308 SD dan 160 SMP

id Lampung ,Bandarlampung ,BIAS

Pemkot Bandarlampung sebut program BIAS telah sasar 308 SD dan 160 SMP

Ilustrasi: Vaksinasi HPV di sekolah. ANTARA/HO-Kemenkes

Secara keseluruhan, program BIAS tahun ini menyasar 308 SD dan 160 SMP di wilayah Kota Bandarlampung.

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menyebutkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2025 telah menyasar 308 Sekolah Dasar (SD) dan 160 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Secara keseluruhan, program BIAS tahun ini menyasar 308 SD dan 160 SMP di wilayah Kota Bandarlampung. Pelaksanaan imunisasi ini telah dimulai sejak awal Agustus dan masih berlangsung hingga saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan bahwa BIAS ditujukan untuk siswa tingkat sekolah dasar dan menengah sebagai bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Program ini menyasar siswa kelas 1, 2, 5, 6, dan 9, serta anak usia sekolah yang berada di luar sekolah formal.

Muhtadi menyampaikan, program imunisasi ini diberikan dalam dua periode, yakni pada bulan Agustus dan November, dengan jenis vaksin yang disesuaikan berdasarkan usia dan jenjang pendidikan siswa.

"Untuk siswa kelas 1 atau usia 7 tahun, diberikan vaksin Measles Rubella (MR) pada bulan Agustus dan vaksin Diphteri Tetanus (DT) pada bulan November. Jumlah sasaran untuk masing-masing jenis vaksin mencapai 18.090 anak," kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, untuk siswa kelas 2 atau usia 8 tahun, imunisasi diberikan berupa vaksin DT pada bulan November dengan sasaran sebanyak 18.065 siswa.

"Untuk siswa perempuan kelas 5 atau usia 11 tahun, diberikan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) pada bulan Agustus guna mencegah kanker serviks, dengan jumlah sasaran sebanyak 9.108 anak. Vaksin DT juga diberikan pada kelompok usia ini pada bulan November dengan sasaran 18.688 siswa," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, untuk siswa kelas 6 dan kelas 9 (usia 12 dan 15 tahun) yang belum pernah menerima vaksin HPV dosis pertama akan diberikan imunisasi pada bulan Agustus.

"Total sasaran untuk usia 12 tahun sebanyak 1.531 siswa dan usia 15 tahun sebanyak 8.751 siswa," kata dia.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan BIAS juga melibatkan kader posyandu untuk menjangkau anak-anak usia sekolah yang berada di luar satuan pendidikan formal.

"Petugas puskesmas didampingi kader posyandu akan melakukan penjangkauan ke lapangan agar anak-anak yang tidak bersekolah juga bisa mendapatkan imunisasi," tambahnya.

Muhtadi menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan anak sejak usia dini, terutama dalam mencegah penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi.

"Kesehatan anak merupakan program wajib yang harus dijalankan, sama seperti pendidikan," katanya.


Baca juga: Dinkes Lamsel gencarkan vaksin HPV sasar pelajar SD dan SMP

Baca juga: Dinkes Lampung sebut imunisasi dasar lengkap cegah stunting pada anak

Baca juga: Pemkot Bandarlampung anggarkan Rp1,5 miliar untuk bangun Balai Latihan Kerja

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.