Logo Header Antaranews Lampung

BI sebut inflasi Lampung akibat kenaikan harga komoditas pangan

Sabtu, 2 Agustus 2025 08:31 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang beras di Bandarlampung (ANTARA/Agus Wira Sukarta)
Inflasi pada Juli 2025 utamanya disebabkan oleh peningkatan harga komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Provinsi Lampung mengatakan inflasi tahunan pada Juli 2025 sebesar 2,63 persen di wilayah ini terjadi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

"Inflasi pada Juli 2025 utamanya disebabkan oleh peningkatan harga komoditas kelompok makanan, minuman dan tembakau, utamanya bawang merah, tomat, cabai rawit, dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,13 persen; 0,07 persen; 0,04 persen; dan 0,03 persen," kata Kepala Kpw BI Lampung Bimo Epyanto di Bandarlampung, Jumat.

Ia menyebutkan kenaikan harga bawang merah sejalan dengan tertahannya produksi bawang merah di sentra produksi Jawa Barat akibat musim gadu dan hama penyakit tanaman pasca hujan.

"Adapun kenaikan harga cabai rawit dipicu penurunan volume produksi akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung dan belum masuknya masa panen di sentra produksi di Lampung," ujarnya.

Sementara itu, lanjutnya, kenaikan harga beras sejalan dengan masuknya musim tanam gadu menjelang panen kedua di bulan September-Oktober.

Bimo mengatakan inflasi yang lebih tinggi pada Juli 2025 tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi, utamanya bawang putih, daging ayam ras, dan susu cair kemasan dengan andil masing-masing sebesar 0,06 persen; 0,03 persen; dan 0,02 persen.

"Penurunan harga bawang putih didukung oleh kelancaran pasokan pasca realisasi impor pada bulan sebelumnya yang turut menjaga stabilitas distribusi di pasar domestik. Adapun penurunan harga daging ayam ras terjadi seiring kenaikan pasokan ayam hidup pada tingkat produsen di tengah permintaan yang relatif stabil," jelasnya.

Sejalan dengan itu, ia melanjutkan, penurunan harga susu cair kemasan juga dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga yang relatif stabil.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1 persen (year on year/yoy) sepanjang tahun 2025.

Baca juga: BPS catat inflasi tahunan Lampung Juli 2025 capai 2,63 persen

Baca juga: Termasuk di Lampung, Kemendagri minta pemda untuk kendalikan inflasi tinggi

Baca juga: Kebijakan BI Rate konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026