
Binda Lampung gencarkan vaksinasi serentak di Provinsi Lampung

Saat ini capaian vaksinasi khususnya booster di Lampung Timur masih rendah, melalui kerja sama dengan Binda Lampung bersama TNI dan Polri diharapkan akan mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 di Lampung Timur, terang Kadiskes Lampung Timur
Purbolinggo, Lampung Timur (ANTARA) - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Lampung bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga kabupaten/kota serta puskesmas di daerah, menggencarkan vaksinasi serentak di semua kabupaten dan kota Provinsi Lampung, termasuk di Lampung Timur.
Vaksinasi menyasar semua kategori usia masyarakat, meliputi remaja, dewasa dan lansia. Sementara, saat ini telah muncul varian baru yakni Omicron BA.4 dan BA.5. Binda Lampung berupaya mencegah penyebaran varian baru COVID-19 tersebut.
“Presiden Joko Widodo meminta BIN melanjutkan percepatan vaksinasi dengan target seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo tersebut, Kepala BIN Bapak Jenderal Pol. (Purn) Budi Gunawan memerintahkan seluruh Binda untuk melakukan vaksinasi dengan target 40 juta dosis di seluruh Indonesia, termasuk Binda Lampung dengan 1.440.000 dosis hingga akhir tahun 2022,” ujar Kabinda Lampung Harseno, dalam rilisnya yang diterima di Lampung Timur, Sabtu (30/7).
Kabinda Lampung menjelaskan, saat ini sudah muncul varian baru COVID-19 yakni Omicron BA.4 dan BA.5, namun di Provinsi Lampung masih belum ditemukan. Meskipun para ahli kesehatan menerangkan jika varian baru tersebut tidak memiliki bahaya seperti varian sebelumnya, Binda Lampung tetap mengantisipasi munculnya varian lain yang lebih berbahaya. Hal ini mendorong Binda Lampung untuk menggencarkan vaksinasi terutama pada vaksin ketiga (booster) yang capaiannya masih rendah di Provinsi Lampung.
“Pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker saat berada di luar terbuka yang tidak ramai, tetapi vaksinasi terus kita lakukan agar kualitas kekebalan komunal masyarakat semakin meningkat, dan Alhamdulillah untuk Provinsi Lampung sudah mencapai target dari Presiden yaitu vaksin kedua sebesar 73,04 persen, sedangkan vaksin ketiga masih 15,02 persen. Kita harus kejar capaian vaksinasi ketiga, sehingga proses transisi pandemi ke endemi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman di masa kehidupan semakin mendekati normal saat ini,” kata Kabinda Lampung.
Binda Lampung mengharapkan, kesadaran masyarakat di Provinsi Lampung bahwa vaksinasi hingga dosis ketiga sangatlah penting, sebagai penguatan kekebalan imunitas masyarakat serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Setidaknya dengan memakai masker dan mencuci tangan,” tambah Harseno.
Binda Lampung bersama pemerintah kabupaten dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur, setiap harinya melaksanakan vaksinasi dosis 1, 2, dan booster.
Sementara pada Sabtu (30/7), vaksinasi digelar di Puskesmas Kecamatan Purbolinggo. Masyarakat antusias mengikuti vaksinasi, karena masyarakat sadar bahwa dengan vaksinasi dapat meningkatkan herd immunity, agar terhindar dari COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Timur mengapresiasi akselerasi vaksinasi yang dilakukan Binda Lampung di Lampung Timur.
Dari data Dinkes Lampung Timur capaian vaksinasi booster masih di angka 7,8 persen. Melalui kerja sama tersebut diharapkan dapat mempercepat capaian vaksinasi di Lampung Timur dalam rangka mencapai imunitas masyarakat.
"Saat ini capaian vaksinasi khususnya booster di Lampung Timur masih rendah, melalui kerja sama dengan Binda Lampung bersama TNI dan Polri diharapkan akan mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 di Lampung Timur," terang Kadiskes Lampung Timur dr Satya Nugraha.
Masyarakat Lampung Timur mengucapkan banyak terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Kepala BIN, Kabinda Lampung, Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, dan Bupati Lampung Timur, karena sudah divaksin booster serta sangat mengapresiasi atas langkah percepatan vaksinasi booster oleh Binda Lampung khususnya di Lampung Timur dan umumnya di Provinsi Lampung.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
