Logo Header Antaranews Lampung

Wagub Lampung: Pergeseran tren kasus COVID-19 perlu diwaspadai

Jumat, 1 Juli 2022 13:53 WIB
Image Print
Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim saat memberi keterangan. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Chusnunia Chalim mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya pergeseran tren peningkatan kasus COVID-19.

"Dalam rapat kemarin, dipaparkan bahwa situasi terkini COVID-19 memang ada peningkatan kasus positif di Indonesia, namun angka peningkatan kasus masih jauh di bawah varian sebelumnya," ujar Chusnunia Chalim, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan, diperkirakan pula akan ada pergeseran tren peningkatan kasus COVID-19 dari Pulau Jawa keluar Pulau Jawa dalam beberapa pekan ke depan.

"Kemungkinan akan bergeser dari Jawa ke luar Jawa dalam beberapa waktu ke depan, dan ini perlu diwaspadai," ucapnya.

Dia melanjutkan, langkah kewaspadaan tersebut harus dipersiapkan pula oleh masyarakat untuk mengantisipasi adanya peningkatan kasus COVID-19 di Lampung.

"Karena ada tren pergeseran tersebut kita bersiap mulai dari sekarang. Memang di Lampung saat ini situasinya relatif terkendali, namun masyarakat harus terus waspada," kata dia.

Ia menjelaskan, kondisi persebaran COVID-19 di Lampung dalam 20 hari belakang ada penambahan sejumlah kasus positif di lima kabupaten dan kota, namun tingkat keterisian tempat tidur rendah.

"Keterisian tempat tidur baik di rawat atau di ruang perawatan intensif rendah, tingkat kematian pun rendah. Akan tetapi dalam 20 hari kebelakang ini ada beberapa kasus dari lima kabupaten dan kota meski hanya tiga sampai empat kasus positif COVID-19," ucapnya.

Menurut dia, imbauan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat pun terus dilakukan untuk mencegah adanya penumpukan kasus.

"Meski kasus masih landai, tingkat kewaspadaan dan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan oleh masyarakat dan semua pihak harus tetap dilakukan," katanya lagi.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026