Huawei luncurkan piranti lunak terbaru

id Huawei,Meng Wanzhou,Meng Wanzhou bebas,Meng Wanzhou pulang,HarmonyOS,OpenEuler,piranti sumber terbuka, piranti Huawei, H

Huawei luncurkan piranti lunak terbaru

Bendahara Huawei Meng Wanzhou memberikan keterangan pers di luar di luar Mahkamah Agung BC setelah sidang tentang pembebasannya di Vancouver, British Columbia, Kanada (24/9/2021). Meng Wanzhou yang juga putri pendiri Huawei dibebaskan Kanada setelah 3 tahun jadi tahanan rumah dan dia pun segera pulang ke China. ANTARA FOTO/REUTERS/Jesse Winter/aww.

Beijing (ANTARA) - Raksasa industri teknologi telekomunikasi China Huawei mengeluarkan sistem operasi piranti lunak OpenEuler pada Sabtu (25/9) bersamaan dengan kebebasan pejabat seniornya Meng Wanzhou setelah menjalani penahanan di Kanada hampir tiga tahun.

Sistem piranti lunak terbuka (OS) terbaru itu merupakan seri kedua yang dikembangkan secara mandiri oleh Huawei setelah HarmonyOS.

OpenEuler dapat digunakan secara luas dalam berbagai bentuk piranti keras seperti server, komputasi awan, dan komputasi tepi (edge computing).

OS terbaru itu bisa diaplikasikan pada teknologi informasi, komunikasi, dan operasional, demikian Huawei.

Apalagi Huawei sendiri telah menghasilkan berbagai produk, seperti server, layanan penyimpanan data, menara pemancar, router dan lain-lain yang sudah dilengkapi dengan OS.

Huawei akan menjadikan OpenEuler dan HarmonyOS untuk memenuhi kebutuhan dunia digital.

OpenEuler telah diperkenalkan sejak 2019, namun baru diluncurkan secara resmi pada Sabtu yang secara kebetulan bersamaan dengan kepulangan Meng dari Kanada.

Seperti diberitakan ANTARA sebelumnya, Meng dinyatakan bebas dari penjara setelah menandatangani perjanjian penangguhan penuntutan atas kasus penipuan yang dituduhkannya dalam sidang virtual dengan pengadilan federal di Brooklyn, Amerika Serikat.

Ketibaan putri pendiri Huawei Ren Zhengfei di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada Sabtu malam disambut bagaikan pahlawan.

Begitu turun dari pesawat, Meng yang mengenakan baju merah langsung mendapatkan karangan bunga dan berjalan sambil melambaikan tangan kepada ratusan orang yang di antaranya mengusung spanduk beraksara Mandarin "Huan Ying Meng Wanzhou Nu Shi Hui Jia" atau "Selamat Datang atas Kepulangan Nona Meng Wanzhou".

"Kasus penipuan yang dituduhkan kepada Meng hanya dibuat-buat. Apa yang dilakukan AS dan Kanada merupakan penahanan sewenang-wenang," demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam pesan singkatnya yang diterima ANTARA di Beijing, Minggu pagi. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021