
BBPBL Lampung pasok 20 ribu benih ikan kobia

Ikan kobia ini pembudidayaannya sudah dikenal cukup luas
Bandarlampung (ANTARA) - Balai Besar Perikanan Budi Daya Laut (BBPBL) Lampung mencatat dalam satu tahun terakhir mampu memasok 20 ribu ekor benih ikan kobia, untuk meningkatkan produktivitas budi daya komoditas unggulan tersebut.
"Ikan kobia merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan, dan BBPBL berhasil memproduksi ikan kobia dari benih hingga pembesaran dilakukan di keramba jaring apung, untuk membantu meningkatkan produktivitas budi daya ikan tersebut di beberapa daerah," ujar Kepala BBPBL Lampung Ujang Komarudin saat dihubungi, di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan dalam satu tahun terakhir BBPBL Lampung telah mendistribusikan sebanyak 20 ribu ekor benih ikan kobia kepada pembudidaya di berbagai daerah.
"Tahun ini balai sudah memenuhi permintaan distribusi benih ikan kobia 20 ribu ekor, proporsinya 50 persen di wilayah Lampung, dan 50 persen lagi keluar Lampung, seperti Kepulauan Seribu, Bekasi hingga Dumai," katanya.
Menurutnya, ikan yang telah dibudidayakan di Lampung tersebut memiliki sejumlah potensi yang prospektif, salah satunya memiliki peluang ekspor.
"Untuk ekspor cukup prospektif karena memiliki sejumlah keunggulan dari segi rasa bisa diolah menjadi berbagai makanan, pertumbuhan cepat, pemeliharaan relatif mudah juga, dan tentu harga jual di pasaran sangatlah kompetitif," katanya pula.
Dia menjelaskan pembudidayaan ikan kobia cukup mudah bagi masyarakat, mengingat ikan itu telah cukup dikenal hingga berbagai daerah sehingga pasar domestik pun telah tersedia.
"Ikan ini pembudidayaannya sudah dikenal cukup luas, saat ini komposisi ikan yang ada di pembudidaya yakni dengan ukuran 200 gram per ekor ada 14.000 ekor, 200 hingga 1.000 gram ada 7.000 ekor, dan di atas 1.000 gram ada 600 ekor," ujarnya lagi.
Ujang mengatakan dengan penyediaan pasokan benih ikan kobia diharapkan dapat membantu pembudidaya untuk terus berproduksi mengembangkan ikan yang nantinya akan menjadi salah satu komoditas perikanan budi daya unggulan.
Sebelumnya sejak tahun 2020 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menggiatkan peningkatan produktivitas benih dan ikan kobia siap panen, untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan kobia.
Hal tersebut dilakukan karena melihat adanya peluang pasar dan preferensi konsumen baik pasar domestik dan ekspor kobia masih terbuka luas seperti Hong Kong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa.
Baca juga: BBPBL Lampung: 2.000 benih kuda laut hasil budidaya siap ekspor
Baca juga: Volume ekspor perikanan Lampung naik 2,3 persen dalam lima bulan terakhir
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
