Mukhlis Basri bersama warga bersihkan DAS dan tanam pohon

id lampung, lampung barat, lambar, dpr ri, dpr ri asal lampung, dpr, pdi perjuangan, pdi p

Mukhlis Basri bersama warga bersihkan DAS dan tanam pohon

Anggota DPR RI komisi I asal Lampung Barat Mukhlis Basri bersama masyarakat melakukan pembersihan daerah aliran sungai (DAS) Way Besay, penanaman bibit buah-buahan dan peresmian sumur bor. (Antaralampung/Doc Lambar)

Bandarlampung (ANTARA) - Anggota Komisi I DPRRI  asal Lampung Barat Mukhlis Basri bersama masyarakat melakukan pembersihan daerah aliran sungai (DAS) Way Besay, penanaman bibit buah-buahan dan peresmian sumur bor.



“Saya juga meresmikan sumur bor yang dapat digunakan masyarakat sebagai sumber air sawah warga Pekon Tugu Mulya Kebun Tebu,”kata Mukhlis Basri, di Lampung Barat, Minggu.



Menurutnya, aksi bersih-bersih Way Besay dari pencemaran sampah, yang dapat menyebabkan pencemaran sehingga berakibat ancaman kepada habitat yang ada di aliran sungai tersebut, dan ini sebagai ungkapan kepada partai PDI Perjuangan dan masyarakat yang telah membesarkannya



Selain  itu, Mukhlis juga mengkampanyekan pola hidup sehat, dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di DAS, yang dapat berakibat fatal. Serta mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan.



“Apabila kita buang sampah di DAS maka akan terjadi pendangkalan, yang mengakibatkan bencana seperti banjir. Dan harus kita sadari apabila sungai yang ada di lingkungan kita bersih dan sehat, dapat menjadi sumber kehidupan makhluk hidup yang ada di sekitarnya,” kata Mukhlis mantan Bupati Lampung Barat II periode itu.



Selain melakukan aksi bersih-bersih, Mukhlis bersama masyarakat melakukan penanaman 1.000 bibit buah-buahan, seperti jambu, mangga, jeruk, belimbing dan sawo di sepanjang DAS Way Besay, dia berharap tanaman tersebut dapat dirawat dengan baik, dan hasilnya bisa dimanfaatkan bersama.



“Bibit buah-buahan yang kita tanam hari ini beberapa tahun ke depan apabila dirawat akan memberikan hasil yang kita dapat nikmati bersama, dan tentu dengan tanaman tersebut akan menjaga lingkungan kita tetap asri dan sebagai penopang utama wilayah sebagai serapan air,” katanya



Lanjutnya, Ia menjelaskan, sumur bor yang diresmikan penggunaannya dapat dimanfaatkan dan dirawat, sehingga akan berusia panjang, ke depan dalam menggarap sawah petani tidak hanya tergantung dengan hujan.



“Kalau selama ini petani menggarap sawah hanya mengandalkan air hujan, diharapkan ke depan dengan adanya sumur bor tersebut petani secara rutin dapat mengairi sawah dengan air dari sumur bor, maka harus dirawat dan dijaga sehingga akan berumur panjang,” jelasnya

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar