
Antisipasi flu babi, Karantina Lampung perketat pengawasan lalu lintas ternak

Bandarlampung (ANTARA) - Karantina Pertanian Lampung memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak babi yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.
"Kami akan memperketat pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan ternak babi, terutama di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung Muh Jumadh, di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan Karantina Pertanian Lampung sebagai salah satu tempat pengeluaran dan pemasukan lalu lintas ternak babi dan produknya memiliki risiko terhadap penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF).
Karena itu, pihaknya memperketat pengawasan dengan bersinergi dengan Bvet Lampung dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung terkait mitigasi risiko dengan melakukan pengujian laboratorium ASF.
"Selain itu juga dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dan sertifikat kesehatan dari Karantina Pertanian Lampung sebelum dikirim ke luar Sumatera. Hal ini dilakukan untuk menjamin babi dan produknya bebas ASF," ujarnya.
Pihaknya akan melakukan pengetatan pengawasan kepada pengguna jasa yang membawa hewan ternak dengan melapor ke karantina dengan melengkapi dokumen tersebut.
"Dan di Pelabuhan Bakauheni akan dilakukan cek suhu dan monitoring sampel untuk ASF, " ujarnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian meningkatkan pengawasan di pintu masuk lalu lintas hewan dan produk yang mempunyai potensi risiko membawa penyakit.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
