Ratusan pekerja pariwisata di Lombok dapat bantuan sembako, terdampak bisnis mati suri

id PSMTI NTB,Warga Tionghoa,Covid 19,wisata mati suri,wisata lumpuh

Ratusan pekerja pariwisata di Lombok dapat bantuan sembako, terdampak bisnis mati suri

Ketua PSMTI NTB The Sian Yung (kiri tiga), menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako kepada salah seorang pekerja wisata bahari. (ANTARA/Awaludin)

Kelompok pekerja di sektor wisata bahari berskala kecil tersebut sangat terdampak karena pariwisata mati suri setelah adanya pandemi COVID-19

Mataram (ANTARA) - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan DPW Forum Bela Negara NTB dan Perkumpulan Penyelam Profesional Lombok menyalurkan bantuan paket sembako kepada pekerja wisata bahari terdampak pandemi COVID-19.

Penyaluran bantuan kepada ratusan pemandu wisata bahari, pemandu wisata menyelam, anak buah kapal cepat wisata, dan pedagang asongan cendera mata tersebut berlangsung di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Senin.

"Setelah kami pelajari bahwa kelompok pekerja di sektor wisata bahari berskala kecil tersebut sangat terdampak karena pariwisata mati suri setelah adanya pandemi COVID-19," kata Ketua PSMTI NTB The Sian Yung.
Baca juga: Sepi pengunjung dua objek wisata di Gunung Kidul mati suri
 

Ia menyebutkan setiap paket sembako, berisi antara lain beras, minyak goreng, telur, mi instan, dan sabun. Seluruh jenis bantuan tersebut berasal dari swadaya warga keturunan Tionghoa yang berada dalam wadah PSMTI NTB.

"Wabah COVID-19 adalah bencana kemanusiaan. Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memutus penyebaran virus tersebut," ucap The Sian Yung.

Sekretaris PSMTI NTB Suriadi Adinata menambahkan pihaknya merangkul semua organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama melakukan aksi sosial dalam rangka membantu warga terdampak pandemi COVID-19.

Menurut dia, upaya membangun kebersamaan penting dilakukan karena bencana bisa menimpa siapa saja dan tidak mengenal suku, agama, ras, serta antargolongan.

"Untuk saat ini, kami fokus membangun gotong royong menyalurkan bantuan sosial kepada saudara-saudara kita yang sangat terdampak pandemi COVID-19," katanya.

Selain pekerja di sektor pariwisata bahari, PSMTI NTB juga sudah menyalurkan bantuan paket kebutuhan pokok dan sarung kepada 600 orang marbut di Kota Mataram yang juga terdampak penyebaran virus corona baru itu.

Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada para guru honorer.
Baca juga: Sektor wisata Gunung Kidul lumpuh, ribuan pelaku wisata kena dampak COVID-19


Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah NTB, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB, dan pengurus organisasi Nahdlatul Wathan di Pulau Lombok, serta perkumpulan guru honorer Hindu.

PSMTI NTB juga menyalurkan alat pelindung diri bagi tenaga medis di rumah sakit di Pulau Lombok, membagikan 100 ribu masker kepada masyarakat di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sebagai salah satu keterlibatan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di NTB.

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar