Perempuan agar selektif berteman di medsos

id Wcc, korban kekerasan teman di medsos, media sosial, dunia maya

Perempuan agar selektif berteman di medsos

Arsip - Direktur Eksekutif Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang, Yeni Roslaini Izi, sedang menjelaskan pencegahan KDRT. (Antara News Sumsel/Yudi Abdullah/18)

Palembang (ANTARA) - Aktivis pusat pembelaan hak-hak perempuan, Women`s Crisis Centre (WCC) Palembang, Sumatera Selatan mengimbau perempuan agar selektif menjalin pertemanan terutama dengan lawan jenis atau laki-laki di media sosial (medsos).

"Perempuan perlu selektif berteman dengan laki-laki di medsos karena jika sampai salah menjalin hubungan pertemanan bisa menjadi korban tindak kekerasan," kata Direktur Eksekutif WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi di Palembang, Minggu.


Baca juga: Anak-anak alami krisis moral karena kekurangan dongeng?

Dia menjelaskan, tidak sedikit perempuan menjadi korban penipuan dan tindak kekerasan dari teman laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial.

Dalam beberapa bulan terakhir kami menerima puluhan pengaduan perempuan yang menjadi korban laki-laki kenalan dari media sosial (medsos).

Perempuan pengguna medsos cukup banyak menjadi korban pelecehan seksual, penipuan, bahkan pemerkosaan dari teman yang dijalin dari medsos, kondisi ini tidak boleh dibiarkan dengan jumlah korban yang lebih banyak.

Dengan imbauan itu diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan perempuan pengguna medsos sehingga mereka tidak mudah percaya dengan kenalan yang dijalin melalui dunia maya itu.

"Laki-laki kenalan melalui medsos menurut penjelasan korban yang melapor ke WCC awalnya bersikap baik, ketika pertemanan dilanjutkan di dunia nyata sikapnya berubah menjadi orang yang jahat," ujar Yeni.