Gubernur serahkan dua raperda kepada DPRD

id raperda lampung, apbd perubahan, rpjmd lampung, sekda lampung

Pejabat Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung diwakili Pejabat Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menyerahkan dua dokumen raperda kepada Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal.

"Dua raperda itu, tentang Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019 dan Raperda tentang RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024," kata Fahrizal, di Bandarlampung, Senin.

Sekda menyampaikan, memperhatikan potensi kapasitas fiskal daerah yang tercantum dalam kesepakatan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2019 antara pemerintah dan DPRD Lampung ditetapkan struktur Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019.

"Pertama, target pendapatan daerah pada Rancangan Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019 menjadi sebesar sekitar Rp7,3 triliun," ujarnya.

Proyeksi penerimaan pendapatan daerah tersebut bersumber dari PAD sebesar Rp2,9 triliun dan dana perimbangan sebesar Rp4,3 triliun dan lain-Lain pendapatan daerah yang dah sebesar Rp59 miliar.

Kedua, belanja daerah pada rancangan perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019 dianggarkan sebesar Rp7,4 triliun yang terdiri atas belanja tidak langsung sekitar Rp4,8 triliun dan belanja langsung sekitar Rp2,6 triliun.

Ketiga, potensi pembiayaan daerah netto pada Raperda tentang Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019 sekitar Rp117,8 miliar, yang digunakan untuk menutupi defisit belanja daerah, jelas Fahrizal.

Kemudian, lanjut dia, struktur pembiayaan daerah pada Rancangan Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2019 terdiri atas penerimaan pembiayaan bersumber dari SiLPA sebesar Rp93,8 miliar, dan pinjaman daerah sekitar Rp120 miliar.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan sekitar Rp96 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penyertaan modal Pemerintah Daerah sebesar Rp25,5, miliar dan pembayaran pokok utang berkisar Rp70,6 miliar.

"Belanja langsung dalam Perubahan APBD TA 2019 dirancang dengan tetap mengoptimalkan kualitas pelayanan publik dan yang diintegrasikan dengan visi misi 'Rakyat Lampung Berjaya', " kata Fahrizal.

Ia menyampaikan bahwa RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024 ini memiliki nilai yang strategis yang sangat tinggi, mengingat RPJMD periode ini merupakan penjabaran RPJPD Provinsi Lampung 2005-2025 untuk fase lima tahunan yang terakhir.

Sehingga keberhasilan pembangunan di Provinsi Lampung selama kurun 25 tahun terakhir akan sangat dipengaruhi oleh keberhasilan ataupun capaian pembangunan daerah pada RPJMD ini.

Dokumen RPJMD ini bernilai strategis karena beberapa hal diantaranya media untuk mengimplementasikan janji politik gubernur/wakil gubernur.

Pedoman dalam penyusunan renstra organisasi perangkat daerah tahun 2019-2024, 0edoman dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran tahunan, instrumen untuk mengukur kinerja kepala daerah maupun kinerja kepala OPD dan menjadi acuan bagi penyusunan RPJMD kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

"Oleh karena itu aspek keterukuran dalam RPJMD khususnya berkaitan dengan indikator kinerja tujuan, sasaran, dan program mutlak diperlukan," tegas Fahrizal.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar