Kecerdasan buatan mudahkan bisnis asuransi

id kecerdasan buatan, asuransi AI, asuransi, Sompo Insurance Indonesia, Sompo insurance, Sompo Indonesia

Kecerdasan buatan mudahkan bisnis asuransi

Ilustrasi kecerdasan buatan. (Pixabay/geralt)

Jakarta (ANTARA) - CEO PT Sompo Insurance Indonesia Eric Nemitz mengatakan kecerdasan buatan akan memudahkan bisnis asuransi di masa depan.

"AI (Artificial Intelligence) ini terobosan baru di bisnis asuransi terutama bagi generasi milenial yang menyukai layanan 'on demand'," kata CEO Sompo Indonesia Eric Nemitz di Jakarta, Kamis.

Menurut Eric, sistem asuransi konvensional saat ini tidak efektif mengingat sudah ada paket- paket yang disiapkan langsung untuk calon pembeli.

"Banyak asuransi yang akhirnya tidak digunakan namun tetap dibayar oleh pengguna asuransi karena sistem paket," kata Eric setelah peluncuran aplikasi ponsel pintar Igloo hasil kerjasama Sompo Indonesia dan Axinan.

Eric menuturkan sistem kecerdasan buatan dapat dengan mudah melihat data lewat pola transaksi calon pembeli asuransi sehingga paket asuransi yang dibutuhkan oleh pengguna tepat sasaran dan dipersonalisasi sesuai kebutuhan.

Ia mencontohkan untuk asuransi perjalanan antara satu pengguna dengan pengguna lain bisa berbeda.

Jika pengguna A melakukan perjalanan ke wilayah Asia maka mungkin biaya yang dibayarkan akan lebih murah dibandingkan pengguna B yang melakukan perjalanan ke Eropa.

Hal ini dapat terdeteksi oleh AI mengingat perhitungan beban risikonya berbeda. Kelebihan ini tidak akan didapatkan jika tetap menggunakan sistem asuransi konvensional seperti saat ini yang menetapkan harga sama tanpa menghitung jauh- dekatnya perjalanan yang ditempuh pembeli asuransi.

Ia berharap nantinya bisnis asuransi di Indonesia lainnya turut menerapkan penggunaan kecerdasan buatan agar membuat sistem asuransi yang nyaman digunakan oleh calon pembeli.
Baca juga: Demi Dapatkan Asuransi Jaguar, Pria ini Tewas Tenggelam
Baca juga: Indonesia Perlu Terapkan Skema Asuransi Bencana Alam
Baca juga: IDI : Apa status BPJS Kesehatan, kok jadi asuransi profit
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar