Bandarlampung aman dari cacar monyet

id Dinkes Bandarlampung

Ilustrasi - Gejala cacar monyet pada manusia.

Kemarin sudah disampaikan Dirjen P2P Kemenkes bahwa penyakit yang menyerang anggota TNI tersebut sarcoma dan pneumonia, kata dia

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menegaskan bahwa daerah dengan sebutan "Kota Tapis Berseri" tersebut hingga saat ini masih aman dari penyebaran virus cacar monyet atau "monkey pox".

"Virus tersebut memang ada namun di sini masih belum ada yang terkena dan sebarannya juga baru di Singapura dan Batam," kata Kepala Dinkes Bandarlampung Edwin Rusli di Bandarlampung, Minggu malam.

Ia menjelaskan, virus cacar monyet merupakan penyakit yang gejalanya hampir sama dengan cacar pada umumnya, yakni adanya peningkatan suhu tubuh dan bercak pada kulit yang diakibatkan oleh virus tertentu.

Saat ini, kata dia, penyebaran penyakit tersebut hanya berada di wilayah Singapura dan Batam, sedangkan di Bandarlampung belum ada laporan terkait dengan masyarakat yang mengidap penyakit itu.

"Yang saya tahu di Singapura dan Batam sudah ada yang terjangkit, di Singapura itu juga yang terjangkit pria Afrika, bukan warga asli sana," kata dia.

Terkait dengan isu yang menyebutkan adanya anggota TNI dari Kodim 0410/KBL yang meninggal akibat dari virus cacar monyet, Edwin membantah kebenaran kabar tersebut.

Ia mengatakan, anggota TNI itu meninggal karena penyakit lain yang gejalanya hampir mirip dengan cacar monyet, yakni sarcoma dan pneumonia.

"Kemarin sudah disampaikan Dirjen P2P Kemenkes bahwa penyakit yang menyerang anggota TNI tersebut sarcoma dan pneumonia," kata dia.

Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar