Riset : Brazil "pimpin dunia" tahun 2018 dalam penggundulan hutan

id Kehilangan hutan,Brazil di posisi pertama,Global Forest Watch

Pemandangan terlihat dari Menara Observasi Tinggi Amazon (ATTO) di Sao Sebastiao do Uatuma di tengan hutan Amazon di negara bagian Amozonas, Sabtu (10/1). ATTO adalah proyek Institut Nasional Brasil untuk Riset Amazon dan Institut Max Planck Jerman dan akan dilengkapi dengan instrumen berteknologi tinggi dan observasi untuk meninjau hubungan antara hutan dan atmosfer mulai Juli ini. Menurut kedua institut ATTO akan mengumpulkan data mengenai panas, air, gas karbon, angin, formasi awan, dan pola cuaca. (REUTERS/Bruno Kelly )

Brasilia (ANTARA) - Brazil masih memimpin dunia dalam deforestasi tahun 2018, walaupun penggundulan hutan hujan tropis di negara terbesar di Amerika Selatan itu turun 70 persen dibandingkan dengan tahun 2017, demikian laporan jejaring pemantauan hutan independen.

Brazil kehilangan 13.471 km persegi hutan hujan tropis tahun 2018, suatu kawasan hampir seukuran Connecticut, negara bagian di Amerika Serikat, demikian data dari Global Forest Watch, yang dikelola oleh World Resources Institute (WRI) yang berkantor pusat di AS.

Namun, angka tersebut merupakan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ketika kebakaran hutan berskala besar menimbulkan kerugian relatif besar di Brazil.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Global Forest Watch pada Kamis, kehilangan hutan tua, yang merupakan kunci melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya terjadi setelah kebakaran bersejarah dua tahun, tetapi masih tetap naik di atas level-level sebelumnya dalam dekade itu.

"Kendati kehilangan tahun 2018 diakibatkan sebagian oleh kebakaran, sebagian besar tampaknya akibat pembalakan di Amazon, menimbulkan risiko penurunan dalam penggundulan hutan yang negara itu capai pada awal tahun 2000-an," kata para peneliti.

Brazil merupakan rumah bagi 60 persen Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia yang menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar dan dipandang sebagai perlindungan vital terhadap pemanasan global.

Republik Demokratik Kongo berada di posisi kedua dalam kerugian hutan dengan 4.812 km persegi hutannya tak ada lagi.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar