Jalan lintas Barat sudah dapat dilalui

id jalinbar, jalan rusak,sudah lancar

Pekerja menggunakan alat berat memperbaiki jalan yang rusak akibat terpaan banjir, dan sejak Rabu (7/11) sore jalan penghubung Lampung-Bengkulu tersebut dapat dilalui kendaraan. (antara/istimewa)

Bandarlampung,   (AntaraNews.Lampung) - Ruas jalan lintas Barat penghubung Lampung-Bengulu yang berada di Pekon (Desa) Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung yang putus beberapa hari lalu, telah bisa dilalui sejak kemarin (Rabu, 7/11) sore setelah dilakukan perbaikan.

"Sudah lancar dan kini sudah bisa dilalui sejak kemarin pukul 15.30 wib. Memang ada sedikit air yang masih menggenangi jalan, tapi sudah bisa dilalui," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Munzalin saat dihubungi dari Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan, pihaknya masih mengantisipasi akan terjadinya banjir susulan. Mengingat jembatan di lokasi tersebut masih dalam pembangunan, dan rawan banjir lantaran berdekatan dengan air laut.

"Kita masih antisipasi dan siap ketika ada banjir susulan. Karena sekarang sudah musim hujan," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Provinsi Lampung, Rudi Harianto mengatakan, untuk wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu sudah memasuki musim penghujan sehingga adanya  peningkatan curah hujan dari sebelumnya.

"Kita juga sudah berikan warning kepada masyarakat bahwa sampai tanggal 10 November 2018 kedepan ada peningkatan potensi hujan. Potensi hujan disebabkan karena adanya faktor gangguan cuaca salah satunya ada pelemahan monsun australia dan pola siklonik," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengeluarkan peringatan untuk perairan barat Lampung bahwa ada peningkatan gelombang dengan mencapai 2 sampai 4 meter.

"Karena itulah adanya potensi hujan sampai dua hari mendatang sehingga menyebabkan air laut masuk ke darat," ucapnya.
 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar