Jalin Lintas Barat gunakan sistem buka tutup

id Banjir Tanggamus,Kepala BPBD Tanggamus,Buka Tutup Jalinbar Sumatra

Jalin Lintas Barat gunakan sistem buka tutup

Petugas sedang melakukan pembersihan di sejumlah jalan yang tertimbun material, Sabtu. (11/1/2020) (ANTARA/Dian Hadiyatna/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Edyan M Toha mengatakan bahwa Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatra di wilayah Tanggamus saat ini sudah bisa dilalui kendaraan, namun masih menggunakan sistem buka tutup.

"Jalinbar baru terbuka dari material yang menimbunnya sehingga digunakan sistem buka tutup jalan," kata Edyan saat dihubungi dari Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan, kendaraan sudah bisa melaju sejak pagi tadi, karena memang yang menjadi fokus utama pasca-kejadian yakni membuka jalan nasional dari timbunan material dan keselamatan warga.

Dia mengungkapkan bahwa pada hari ini proses pembersihan material yang menumpuk di jalan tersebut sedang berlangsung menggunakan menggunakan alat berat hingga kini.

"Dari kemarin kita membersihkan menggunakan tiga unit ekskavator dari pemda setempat dan malam tadi ada bantuan alat berat dari Pemprov Lampung dan pihak lainnya untuk membantu kami, semoga dengan tambahan itu akan lebih maksimal dan cepat lagi pembersihan jalannya," kata dia.

Sementara itu, tim juga terbagi ke sejumlah titik untuk membantu warga membersihkan jalan lingkungan yang juga tertimbun material yang dibawa air dari gunung.

"Saya imbau untuk pengendara dari jalur atas agar hati-hati karena jalannya masih licin akibat lumpur, dan kami juga berusaha membuang lumpur tersebut menggunakan kanon air," kata dia.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Tanggamus ini juga akan segera memperbaiki tanggul tanah yang jebol sehingga mengakibatkan air sungai setempat meluap ke permukiman warga.

"Hari ini bila tidak hujan dan air dekat sungai sudah surut kita akan cek dan mengirimkan alat berat ke daerah tanggul untuk diperbaiki," ujarnya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar