Harga bawang di Bandarlampung turun

id pedagang bawang,pasar tradisional

Pedagang bawang di Pasar Pasir Gintung, Kota Bandarlampung (Foto: Antaralampung.com/Dian Hadiatna)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Harga bawang merah di Kota Bandarlampung pada pekan pertama Agustus 2018 turun dibandingkan sebelumnya, karena pasokan komoditas itu cukup banyak sedang volume permintaan tidak mengalami peningkatan.

Beberapa pedagang di Pasar Gintung Bandarlampung, Kamis, menyebutkan harga bawang merah kini Rp25.000/kg, padahal pekan lalu mencapai Rp30.000/kg. Sementara harga bawang putih tetap bertahan Rp20.000/kg. 

Harga cabai merah pekan ini mencapai Rp23.000/kg atau naik dari harga pekan lalu Rp19.000/kg, sementara harga cabai keriting bertahan Rp20.000/kg.

Menurut salah satu grosir bawang merah dan bawang putih di Pasar Gintung, Alex, harga bawang merah besar dan kecil masih stabil di pasaran, dan stoknya pun masih cukup banyak.

"Stok bawang merah didatangkan dari Brebes Jateng, NTB, dan Jawa Timur, sedangkan bawang putih diimpor. Untuk saat ini, stok kami di sini lumayan lancar pengirimannya, baik itu bawang merah maupun bawang putih," katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang cabai, Sriyati, menyebutkan stok cabai pekan ini lebih sedikit dibandingkan pekan lalu, sehingga harganya naik.

"Karena stok cabai tinggal sedikit, maka harganya naik," katanya.

Beberapa pedagang cabai di Pasar Sukarame Bandarlampung juga menyebutkan harga cabai merah sekitar Rp25.000/kg.

Pasokan cabai umumnya berasal dari Liwa Kabupaten Lampung Barat, meski ada sebagian kecil yang didatangkan dari Jawa.

Produksi cabai merah di Provinsi Lampung selama 2016 mencapai 34.821 ton atau naik bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2014, Lampung dikenal sebagai salah satu produsen cabai merah dan cabai rawit di Sumatera bersama Provinsi Sumbar, Aceh, Bengkulu, Jambi dan Sumut.

Produksi cabai merah Lampung tahun 2014 tercatat 32.260 ton, sempat turun menjadi 31.272 ton pada tahun 2015. Namun, naik lagi menjadi 34.821 ton pada tahun 2016.

Produksi cabai rawit Lampung tahun 2014 sebanyak 15.001 ton, turun menjadi 14.727 ton pada tahun 2015, kemudian naik lagi menjadi 15.823 ton pada tahun 2016. Pada 2017, Lampung mengembangkan 710 hektare lahan cabai di seluruh kabupaten/kota guna memenuhi kebutuhan akan komoditas tersebut.

Budi daya cabai di Lampung tersebar di hampir semua kabupaten, seperti Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, Lampung Timur, Tanggamus dan Pesawaran.

Sementara itu, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung tetap bertahan tinggi.

"Sejak bulan lalu harga daging ayam naik. Harga daging ayam ukuran 1 kg kami jual Rp30.000-Rp35.000/ekor, dan harga ayam ukuran 2 kg berkisar Rp60.000-Rp65.000/ekor," kata Purwanto, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Gintung. 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar