Logo Header Antaranews Lampung

Sempitnya luas tanam sebabkan harga naik

Selasa, 22 Desember 2015 10:26 WIB
Image Print
Ilustrasi -- Penjual cabai rawit (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
...Kenaikan harga karena pengaruh lahan, sehingga produksi rendah...

Jakarta (ANTARA Lampung) - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono mengatakan bahwa sempitnya luas tanam yang menyebabkan harga cabai dan bawang merah naik di penghujung tahun 2015.

"Kenaikan harga karena pengaruh lahan, sehingga produksi rendah," katanya dalam jumpa pers di Direktorat Jenderal Hortikultura di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan luas tanam pada bulan Oktober 2015 rendah, sehingga menyebabkan produksi cabai dan bawang merah menurun.

Kemudian jika produksi rendah, maka harga pada petani naik, imbasnya adalah harga di tingkat pedagang ikut naik.

Untuk mengatasi hal tersebut terjadi sepanjang tahun, Kementan merencanakan menambah luas tanam cabai besar Oktober-Maret 2016 seluas 1.020 hektare di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sedangkan luas tanam cabai rawit periode Oktober-Maret 2016 direncanakan seluas 1.024 hektare di wilayah Jabar, Jateng dan Jatim. Untuk bawang merah, luas tanam ditambah seluas 390 hektare di wilayah Jabar, Jateng dan Jatim.

Sementara itu, harga cabai merah keriting di tingkat pedagang di pasar tradisional di Kota Jambi mengalami kenaikan dan kini tembus Rp40.000 per kilogram karena pasokan berkurang.

Di daerah lain, perkembangan harga jual cabai merah keriting di Kota Curup Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, dalam sepekan belakangan mencapai Rp50.000 per kilogram.

Bahkan, harga cabai di beberapa pasar tradisional di Kota Jayapura mencapai Rp100.000/kg atau naik dari harga sebelumnya Rp77.000/kg.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026