Logo Header Antaranews Lampung

Mahasiswa UBL Juara Desain AILCD di Jepang

Kamis, 1 Maret 2018 07:57 WIB
Image Print
Mahasiswa Universitas Bandar Lampung raih juara 1 dan juara harapan dalam lomba Desain Siswa Internasional The Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) ke-7 di Jepang. (Foto: Humas UBL)
Kompetisi membahas masalah perkembangan masa depan wilayah Yahata bagian dari Kota Kitakyushu yang masih dianggap sebagai daerah bermasalah

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bandarlampung (UBL) Cahaya Pratiwi bersama tim internasionalnya berhasil meraih juara 1 pada Program Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) International Workshop ke-7 di Jepang.

Kompetisi desain bertema Low Carbon City Yahata itu, diselenggarakan di University of Kitakyushu, Jepang pada 16-26 Februari 2018.

Menurut Cahaya, dalam penjelasan tertulis, yang diterima di Bandarlampung, Rabu (28/2), perlombaan diikuti 98 peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, China , Taiwan, Vietnam, Thailand.

Kompetisi membahas masalah perkembangan masa depan wilayah Yahata bagian dari Kota Kitakyushu yang masih dianggap sebagai daerah bermasalah.

"Kompetisi ini membahas masalah perkembangan masa depan wilayah Yahata, dan meminta mahasiswa untuk merancang ulang serta membuat proposal untuk proyek perkotaan dengan karbon rendah di wilayah Yahata. Yahata adalah daerah yang masih dianggap bermasalah bagi Kota Kitakyushu," ujar Cahaya.

Cahaya menambahkan kompetisi itu menjadi pengalaman sangat berharga baginya untuk menambah pengetahuan.

"Kompetisi ini juga menjadi pengalaman paling berharga untuk saya, karena untuk mencapai tujuan yang sama dari bahasa dan budaya yang jelas berbeda bukan suatu hal yang mudah. Kekeluargaan dan kenyamanan dalam tim menjadi hal utama yang harus dibangun dan dijaga utuk tetap berjalan pada tujuan kami. Tidak hanya berkompetisi, kami juga belajar dari teman-teman dari berbagai negara tentang budaya dan cara berpikir mereka, sehingga dari kegiatan ini menambah perspektif dalam memandang sesuatu," ujarnya lagi.

UBL juga mengirimkan Gusti Rianggono, Yenta Sari, Sultan Maulana, dan Randika Anky Wijaya untuk ikut dalam kompetisi ini. Dalam kesempatan ini mereka pun mendapatkan prestasi Honorable Mention (Juara Harapan).

Rektor UBL Dr Ir M Yusuf S Barusman MBA mengatakan indikator prestasi tersebut bersumber dari keberhasilan para sivitas akademika di Fakultas Teknik dan khususnya Program Studi Arsitektur UBL yang berhasil menjalankan budaya mutu dalam kultur kualitas dalam kegiatan akademik pada internal dan eksternal kampus, termasuk, mampu mengaplikasikan Tridarma Perguruan Tinggi dimana pun berada.

"Kami berharap langkah ini juga diikuti mahasiswa lainnya. Karena dalam budaya pendidikan tinggi di UBL yang dituntut adalah karya dan prestasi dalam berkontribusi sesuai Tridarma Perguruan Tinggi," ujarnya lagi.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026