Ratu Maxima kunjungi petani di Lampung

id ratu maxima dari belanda

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, sedang berbincang dengan petani di Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Senin (12/2) (Foto: Antaralampung/ Agus Wira Sukarta)

Saya terbantu dengan pengembangan usaha seperti ternak sapi dan bidang pertanian lainnya mengingat jika meminjam ke bank urusannya terlalu ribet dan lokasinya juga terlalu jauh dari desa tempat tinggal, kata Agus

Lampung Selatan  (Antaranews Lampung) - Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda mengunjungi petani dan peternakan di  Desa Neglasari, Kecamatan Katibung Lampung Selatan  , Provinsi Lampung, dalam rangka kunjungan kerja sebagai Spesialis Khusus untuk Inklusi Keuangan Perserikatan Bangsa Bangsa (UNSGSA).

Ratu Maxima bersama kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia dan rombongan tiba di Desa Neglasari,  Senin, sekitar pukul 9.30 WIB. Rombongan Ratu Maxima langsung mengunjungi rumah petani di desa tersebut yang mendapatkan layanan keuangan dan produk rantai nilai keuangan.

Ratu Maxima sebelum melakukan perbincangan dengan petani, sempat melihat-lihat ternak sapi milik Agus petani setempat.

Maxima antusias bertanya kepada dua orang petani untuk berbicara mengenai peningkatan hasil panen dengan cara memperbaiki traktat melalui layanan keuangan dan produk - rantai nilai keuangan.

Dalam tanya jawab dengan petani, Ratu Maxima juga didampingi perusahaan sosial Indonesia, Vasham, yang mendukung pengembangan petani kecil dengan memberikan pinjaman, memberikan saran untuk menjalankan bisnis dan membantu menegosiasikan harga yang wajar.

Ratu Maxima dalam kesempatan itu menanyakan tentang manfaat pinjaman modal, usaha yang dijalankan petani serta masalah yang dihadapi para petani.

Agus, petani setempat mengaku senang mendapatkan bantuan pinjaman modal ternak sapi serta usaha tani lainnya.

"Saya terbantu dengan pengembangan usaha seperti ternak sapi dan bidang pertanian lainnya mengingat jika meminjam ke bank urusannya terlalu ribet dan lokasinya juga terlalu jauh dari desa tempat tinggal," katanya.

Ia mengaku tidak memiliki rekening bank karena alasan seperti di atas sehingga perusahaan Vasham memberikan bantuan permodalan.

Untuk pencairan dana lanjutnya, cukup ke toko yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti Indomaret. "Di toko itu lebih nyaman dan dekat," katanya.

Ia di hadapan Ratu Maxima juga berkeinginan memiliki kendaraan pengangkut barang hasil komoditas agar saat panen bisa langsung di jual ke perusahaan.

Namun menurutnya, harga kendaraannya cukup mahal sehingga petani kecil seperti dirinya belum mampu untuk membelinya.

Ratu M?xima melakukan kunjungan ke Indonesia dari tanggal 11 sampai 13 Februari 2018 dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan.

Dia akan melihat kemajuan strategi nasional untuk inklusi keuangan Indonesia, diluncurkan pada 2016, untuk mempromosikan akses terhadap layanan keuangan seperti bank atau rekening tabungan, pinjaman, asuransi dan pensiun.

Salah satu tujuan pemerintah adalah 75 persen penduduk dewasa akan memiliki rekening bank pada akhir tahun 2019.

Menurut Bank Dunia, akses ke layanan keuangan berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat dan mengurangi kemiskinan.

Ratu Maxima terakhir mengunjungi Indonesia dalam peran PBB pada Agustus 2016.

Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar