Wartawan Dawit Isaak terima penghargaan Guillermo Cano

id Wartawan Swedia asal Eritrea

Wartawan Dawit Isaak terima penghargaan Guillermo Cano

Jurnalis Swedia berdarah Eritrea Dawit Isaak (Twitter)

Jakarta (Antara Lampung) - Jurnalis Swedia berdarah Eritrea Dawit Isaak yang diwakili anaknya Betlehem Isaak menerima penghargaan Guillermo Cano World Press Freedom Press 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia, Rabu.
        
Dawit Isaak, seorang jurnalis dan penulis, pindah ke Swedia pada 1987, dan kemudian berubah kewarganegaraan menjadi warga Swedia.
        
Setelah Eritrea merdeka, ia kembali ke kampung lamanya dan mendirikan serta menjadi reporter media Setit yang merupakan media independen pertama di negara di timur laut Afrika itu.
        
Dawit Isaak, kata Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova, merupakan jurnalis yang dikenal kritis dengan laporannya. Ia dikenal akan keberaniannya, serta komitmennya atas kebebasan mengeluarkan pendapat.
        
Ia selalu menghasilkan laporan yang sangat mendalam, kata dia.
        
"Dawit Isaak ditahan pada 2001 di Eritrea tanpa mengikuti proses pengadilan. Ia ditahan selama 16 tahun dan hingga kini tidak ada kabar beritanya," kata dia.
        
Penghargaan tersebut, lanjutnya, memberikan pesan dan mengingatkan akan perjuangan, tekad, maupun keberanian untuk kebebasan.
        
Penghargaan yang dilakukan Badan Eksekutif UNESCO itu pertama kali diadakan pada 1997, dinamai "UNESCO/Guillermo Cano World Press Freedom Prize" diberikan kepada perorangan, organisasi atau institusi, yang sudah melakukan kontribusi luar biasa dalam mempertahankan dan mempromosikan kebebasan pers dimana pun di muka bumi ini, apalagi bila sudah berhadapan dengan situasi berbahaya.
        
Nama penghargaan itu disebut dengan Penghargaan Guillermo Cano Isaza, jurnalis Kolumbia yang disiksa hingga tewas di depan kantor dan pekerja di korannya, El Espectador, di Bogota pada 17 Desember 1986.
        
Penghargaan ini didukung dan didanai  Cano Foundation (Kolombia) dan Helsingin Sanomat Foundation (Finlandia).

ANTARA
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar