Kubangan bekas galian pasir diubah jadi kolam ikan

id galian pasir, kubangan

Kubangan bekas galian pasir diubah jadi kolam ikan

Rombongan Komisi III DPRD Lampung Timur Saat Melakukan Sidak di Lokasi Galian Pasir Dalam Kunjungan Kerjaya di kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur Rabu 21/01/2015 (FOTO ANTARA Lampung/Muklasin). (FOTO ANTARA Lampung/Muklasin))

Pasir Sakti (Antara Lampung) - Warga Pasir Sakti di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung memanfaatkan bekas galian pasir yang terbengkalai untuk pengembangan ikan air tawar.
         
Ribuan hektare kubangan bekas galian pasir yang semula terbengkalai di Kecamatan Pasir Sakti, saat ini banyak dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat budi daya ikan air tawar, kata Titin Wahyuni, Camat Pasir Sakti, Lampung Timur, Selasa.
         
"Ikan air tawar yang dibudidayakan warga pada bekas galian pasir itu, seperti ikan mas, patin, ikan nila, dan udang galah," kata Titin pula.
         
Dia membenarkan, sebelumnya ribuan hektare kubangan bekas galian pasir yang dieksploitasi besar-besaran itu dibiarkan warga menjadi lahan tidur.
         
Namun, kemudian banyak warga yang berinisiatif menjadikannya sebagai lahan mata pencaharian mereka.
         
Menurutnya, selain warga di Kecamatan Pasir Sakti, warga dari luar daerah Pasir Sakti bahkan luar Provinsi Lampung, juga banyak yang berinvestasi membudidayakan ikan air tawar di daerahnya itu.
         
"Selain dimanfaatkan sebagai tempat budi daya ikan, warga juga menjadikan bekas galian pasir itu sebagai destinasi wisata alternatif, seperti wisata pemancingan dan wisata kuliner ikan air tawar maupun wisata rumah apung," ujar dia lagi.
         
Ia menyatakan, banyak tempat di daerahnya yang bisa dijadikan objek wisata, seperti wisata mangrove di Desa Purworejo, dan sejumlah tempat di area galian pasir yang dapat dijadikan objek wisata.
         
"Kami tengah menyiapkan mangrove center dan sejumlah objek wisata di lokasi bekas galian pasir itu untuk menjadi objek wisata andalan Kecamatan Pasir Sakti," kata Titin Wahyuni lagi.
 
ANTARA

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar