Dua bocah tewas tenggelam di kolam bekas galian pasir

id Dua bocah tenggelam di Lampung Timur, galian pasir

Dua bocah tewas tenggelam di kolam bekas galian pasir

Suasana di rumah duka salah satu korban bocah tenggelam di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (31/12) pagi/foto Antaralampung/Muklasin

Labuhan Maringgai, Lampung Tim (ANTARA) - Dua bocah di Dusun II RT/RW 02/03 Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur tewas tenggelam di kubangan bekas galian pasir desa setempat pada Selasa (31/12) pagi.

Kedua bocah yang tewas itu bernama Riski Romadoni (8) dan Kinan Khusnuzan (10), kata salah seorang kerabat korban Supriyono ditemui di rumah duka.

Supriyono mengaku adalah orang yang pertama kali mengangkat kedua korban dari bekas galian pasir itu yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah. 

Kedua bocah malang itu ditemukan dalam lubang galian pasir  sekitar pukul 08.30 WIB.

"Saya dikasih tahu adiknya Riski kalau kakaknya tenggelam di galian pasir, saya terus lari ke lokasi dan sudah saya temukan keduanya tenggelam di air," ujarnya.

Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Yaya membenarkan kejadian itu saat melayat di rumah duka salah satu korban.

Kompol Yaya menjelaskan Selasa pagi pukul 07.45 WIB kedua bocah itu bermain-main di kubangan bekas galian pasir.

"Tiba-tiba saksi melihat korban tenggelam, kemudian saksi berteriak meminta tolong," ujarnya.

Kemudian, datang saksi Supriono menuju lokasi, dan mencari korban.

"Supriono mencari dan menemukan korban di dalam air," jelasnya.

Selanjutnya, Supriyono mengangkat keduanya dan membawanya ke pinggiran.


 
Lokasi tenggelamnya dua bocah di Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (31/12) foto istimewa). 


Lalu langsung dilarikan  ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

"Namun korban sudah dinyatakan meninggal oleh dokter Puskesmas Labuhan Maringgai," terangnya.

Pantauan di  rumah kedua orang tua dua bocah ini yang saling berdekatan rumahnya sudah ramai orang bertakziah.

Unsur pemerintah kecamatan setempat dan desa serta pihak kepolisian pun ikut bertakziah di rumah kedua korban.

 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar