Logo Header Antaranews Lampung

TPID Lampung Bahas Ketahanan Pangan

Selasa, 22 Maret 2016 16:43 WIB
Image Print
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung M Emil Akbar (ist)
...Berbagai permasalahan dan isu strategis yang terkait dengan ketahanan pangan daerah dibahas termasuk permasalahan di setiap daerah, kata Emil Akbar...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dan kabupaten/kota membahas ketahanan pangan di daerah itu karena akan berpengaruh besar terhadap capaian sasaran inflasi maupun fluktuasi harga komoditas secara umum.

"Berbagai permasalahan dan isu strategis yang terkait dengan ketahanan pangan daerah dibahas termasuk permasalahan di setiap daerah," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung M Emil Akbar, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan, dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia Lampung dihadiri TPID 15 kabupaten/kota se-Lampung termasuk yang baru terbentuk dan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait membahas menjaga kestabilan harga khususnya komoditas pangan.

Selain itu, pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah optimalisasi produksi pangan, perbaikan terhadap Kerusakan serta keterbatasan infrastruktur dan menjaga ekspektasi inflasi terutama dampak kebijakan terkait "administered prices".

"Ketiga langkah tersebut adalah beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari rapat koordinasi," kata dia.

Pertemuan itu lanjut dia, juga menjadi sinergitas dan media untuk mempererat komunikasi antar lembaga SKPD dan anggota TPID Lampung, sehingga mampu berperan dalam pengendalian inflasi dan sekaligus peningkatan ketahanan pangan daerah.

Pihaknya, menginginkan permasalahan pangan strategis itu dikemukakan dan dibahas sehingga ke depan Provinsi Lampung yang merupakan sentra pangan, inflasinya tidak tinggi.

"Lampung yang merupakan sentra pangan seharusnya harga komoditas tak tinggi. Jika harga komoditas tinggi bisa menimbulkan gejolak sehingga menyebabkan inflasi yang besar," kata dia.

Ia menyebutkan pada tahun 2015, Kota Bandarlampung merupakan salah satu daerah di Sumatera yang inflasinya tinggi.

Menurutnya dari 23 kota yang disurvei menyebutkan inflasi Kota Bandarlampung merupakan nomor tiga tertinggi di Sumatera setelah Batam dan Pangkal Pinang.

Selain permasalahan pangan, TPID Lampung juga menyoroti ekspektasi inflasi masyarakat sebagai dampak dari kenaikan harga komoditas strategis.

"Permasalahan infrastruktur secara umum juga menjadi pembahasan penting untuk mengatasi pergerakan inflasi daerah," ujarnya.

Dalam Rakor TPID Lampung tersebut juga dibahas mengenai peningkatan ketahanan pangan melalui percepatan peningkatan cadangan pangan pemerintah daerah (pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah desa) serta cadangan pangan masyarakat (kelompok tani/Gapoktan).

Selain itu, perlu adanya peningkatan sarana produksi pertanian khususnya pupuk subsidi, benih, alat dan mesin pertanian, alat pengendali organisme pengganggu tanaman yang tepat waktu, tepat guna, dan tepat jumlah.

Salah satu hal utama yang dianggap penting dalam analisis perdagangan pangan antardaerah adalah upaya pencatatan data produksi bahan pangan dan arus keluar masuk komoditas secara akurat.(Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026