
Waspada Penularan Virus Zika

Belum ada vaksin ataupun pengobatan untuk Zika yang masih merupakan kerabat dekat penyakit demam berdarah dan chikungunya yang menimbulkan demam serta ruam kulit.
Washington (ANTARA Lampung/Reuters) - Seorang warga Virginia yang bepergian keluar Amerika Serikat dinyatakan positif terinfeksi virus Zika yang ditularkan lewat nyamuk, kata pejabat kesehatan setempat, Selasa (26/1).
Warga dewasa itu baru-baru ini mengunjungi negara tempat merebaknya penularan virus Zika dan infeksi virus tersebut dipastikan melalui pengujian oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, kata Departemen Kesehatan Virginia dalam sebuah pernyataan.
"Virus Zika didapat melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Karena ini bukan musim berkembangnya nyamuk di Virginia, individu dengan infeksi virus Zika ini tidak mengancam warga Virginia lain," kata Komisioner Kesehatan Virginia Dr. Marissa Levine.
Departemen Kesehatan Arkansas pada Selasa memastikan bahwa seorang warganya yang baru-baru ini juga bepergian keluar negeri dinyatakan positif Zika.
Levine menyarankan warga yang berencana melancong ke keluar negeri selama musim dingin ke wilayah-wilayah bercuaca lebih hangat, agar mengecek tips-tips kesehatan dalam bepergian dan mendesak wanita hamil khususnya untuk menghindari negara-negara yang dilanda virus Zika.
Virus tersebut dikaitkan dengan kerusakan otak ribuan bayi di Brazil. Belum ada vaksin ataupun pengobatan untuk Zika, yang masih merupakan kerabat dekat penyakit demam berdarah dan chikungunya yang menimbulkan demam serta ruam kulit.
Pada Senin, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa virus itu akan menyebar ke semua negara di seluruh Amerika kecuali Kanada dan Chile.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
