Logo Header Antaranews Lampung

Produksi Jagung Dan Kedelai Lampung Turun

Senin, 9 November 2015 17:08 WIB
Image Print
Ilustrasi Perkebunan Jagung (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
...Penurunan produksi jagung tahun 2015 terjadi karena adanya penurunan luas panen sebesar 16,75 ribu hektare atau 4,94 persen...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Produksi jagung pada angka ramalan II tahun 2015 diperkirakan sebesar 1,65 juta ton pipilan kering, atau turun 72,72 ribu ton (4,23 persen) dibanding produksi peride yang sama 2014.

"Penurunan produksi jagung tahun 2015 terjadi karena adanya penurunan luas panen sebesar 16,75 ribu hektare atau 4,94 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Adhi Wiriana, di Bandarlampung, Senin.

Ia menjelaskan untuk produksi kedelai pada angka ramalan II tahun 2015 diperkirakan sebesar 12,83 ribu ton biji kering atau turun sebesar 948 ton (6,88 persen) dibanding produksi tahun 2014.

Menurutnya, penurunan produksi kedelai tahun 2015 terjadi karena penurunan luas panen sebesar 377 hektare (3,32 persen). Sedangkan produksi padi di Provinsi Lampung pada 2015 berdasarkan angka ramalan II diperkirakan sebesar 3,64 juta ton gabah kering giling atau naik 321,70 ribu ton (9,69 persen) dibanding produksi tahun 2014.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Adhi Wiriana mengatakan bahwa kenaikan produksi padi itu disebabkan karena peningkatan luas panen sebesar 59,32 ribu hektare (9,14 persen), dan peningkatan produktivitas sebesar 0,25 ku/ha (0,49 persen).

Sementara itu, kebutuhan kacang kedelai di Lampung cukup tinggi mencapai puluhan ribu ton sedangkan berdasarkan angka ramalan II 2015, produksi kedelai hanya mencapai 12.830 ton.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong produktivitas kacang kedelai di daerah tersebut tinggi seperti pada tahun 1982--1984 yang bisa mencapai 1,5 ton per hektare. Sehingga Lampung pernah swasembada kacang kedelai.

Saat itu pemerintah menjamin ketersediaan pupuk, bibit, bahan untuk pengapuran tanah, dan keperluan lainnya sehingga Lampung sempat swasembada kacang kedelai.

Petani saat ini lebih memilih budi daya jagung dan singkong mengingat ongkos produksinya lebih rendah dari pada menanam kacang kedelai. Selain itu resiko budi daya kacang kedelai lebih tinggi dibandingkan menanam singkong atau jagung.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026