
Harga Beras Di Mesuji Lampung Naik

Kemarau panjang ini banyak petani padi yang gagal panen, sehingga berpengaruh terhadap harga beras
Mesuji, Lampung (ANTARA Lampung) - Harga beras di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan, menyusul sejumlah petani mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem kemarau panjang dalam beberapa bulan terakhir.
Surti, pedangang beras di Pasar Simpangpematang Mesuji, Senin, membenarkan dalam beberapa bulan terakhir harga beras terus mengalami kenaikan.
Sejumlah desa penghasil beras di Mesuji saat ini masih mengalami kekeringan akibat cuaca ekstrem, sehingga menghambat pertumbuhan tanaman padi dan mengakibatkan gagal panen.
"Kemarau panjang ini banyak petani padi yang gagal panen, sehingga berpengaruh terhadap harga beras," ujar Surti.
Wati, pedagang beras lainnya di Mesuji mengatakan, sebelumnya harga normal beras yakni Rp9.500 hingga Rp10.000/kg, dan sekarang harganya naik menjadi rata-rata Rp11.000/kg.
Dia mengharapkan kenaikan harga beras ini tidak terlalu lama, dan harga beras kembali normal.
Sejumlah pedagang beras juga membenarkan bahwa kenaikan harga beras akibat cuaca ekstrem kemarau panjang ini, sehingga pasokan beras tipis.
"Hampir semua beras di Mesuji dipasok dari wilayah Sumatera Selatan, sehingga harganya lebih tinggi," kata Idasah, pedagang beras di Pasar Simpangpematang itu pula.
Ia menyatakan, petani di Mesuji Lampung banyak tanaman padi mengalami gagal panen, sehingga pedagang banyak yang mengambil beras dari luar Lampung.
Pewarta : Raharja
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
