Logo Header Antaranews Lampung

Harga bakso di Bandarlampung naik

Kamis, 13 Agustus 2015 21:04 WIB
Image Print
Ilustrasi Bakso Sony Lampung (ist)
...Kami para pedagang bakso terpaksa menaikkan harga, mengingat bahan baku pembuatan bakso berupa daging sapi harganya naik...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Harga bakso di Kota Bandarlampung Provinsi Lampung naik, menyusul kenaikan harga daging sapi dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami para pedagang bakso terpaksa menaikkan harga, mengingat bahan baku pembuatan bakso berupa daging sapi harganya naik," kata Darmanto (42), pedagang bakso di Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung, Kamis.

Saat ini, lanjutnya, harga daging sapi sudah mencapai Rp110 ribu/kg, dari sebelumnya Rp100 ribu/kg. Karena itu, harga bakso terpaksa dinaikkan jika tidak pedagang bakso akan merugi.

Dia memilih untuk menjaga kualitas daging bakso maupun cita rasa lainnya agar tetap terjaga, sehingga terpaksa menaikkan harganya.

"Bisa saja diperbanyak tepung dan mengurangi daging sapi, tapi risikonya kehilangan konsumen akan lebih besar. Jika menaikan harga bakso tapi tidak menurunkan kualitas, konsumen setia tidak akan pergi," ujarnya pula.

Kenaikan harga bakso ini, menurutnya, sudah terjadi sejak sepekan terakhir, dari harga Rp10.000 menjadi Rp12.000 per mangkuk.

"Awalnya mencoba untuk tidak menaikkan harga bakso, tapi jika tetap bertahan pada harga lama tidak akan menutupi modal," katanya.

Hal senada diutarakan Sapto, pedagang bakso lainnya yang mengatakan solusi untuk menutupi modal dengan tidak menurunkan kualitas dengan cara menaikkan harga bakso.

"Saya terpaksa menaikkan harga bakso, karena tidak ingin mengubah kualitas," kata pedagang bakso di Pasar Tugu Bandarlampung itu pula.

Dia mengatakan, meskipun harga bakso naik, porsinya tetap tidak bertambah, hanya saja ukuran bakso lebih kecil dengan kualitas tetap sama.

"Kualitas tetap dipertahankan, karena banyak pelanggan. Kami tak mau pelanggan kecewa," kata dia lagi.

Ia melanjutkan, omzet penjualan bakso memang berkurang sejak harganya naik. Kenaikan harga daging sapi sangat berdampak luas termasuk bagi pedagang bakso seperti mereka.

"Pusing harga daging sapi mahal sekali. Meskipun saat ini kami belum terlalu merugi, tapi keuntungan yang didapat sangat tipis," kata dia.

Pada sejumlah pasar tradisional di Bandarlampung, harga daging sapi masih bertahan Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kg. Harga tersebut bertahan sejak dua minggu terakhir.

Kenaikan harga daging sapi ini merupakan imbas dari pengurangan daging impor asal Australia, sehingga pedagang menaikkan harga jualnya.

Sedangkan sapi lokal belum bisa memenuhi permintaan pasar dan kualitasnya pun masih kurang baik.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026