
Nelayan enggan melaut karena ombak tinggi

Lampung Timur (Antara Lampung) - Para nelayan di Kabupaten Lampung Timur enggan melaut karena kondisi ombak yang masih tinggi serta menurunnya hasil tangkapan mereka.
Atoilah (38), nelayan di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, Rabu, menyatakan kondisi ombak laut yang tinggi itu telah berlangsung sejak beberapa hari lalu hingga sekarang.
Ombak yang tinggi itu, menurutnya, menyebabkan nelayan di desanya tidak melaut.
"Ombak yang tinggi dan tiupan angin yang kencang membuat nelayan takut melaut, karena khawatir perahu karam dihantam ombak, dan kalau dipaksakan juga, nelayan tidak akan dapat hasil tangkapan yang memadai," katanya lagi.
Menurutnya, nelayan setempat harus bersabar menunggu untuk melaut hingga laut kembali teduh dan gelombang normal lagi.
Ombak yang tinggi itu, kata Atoilah, telah berlangsung sejak empat hari ini.
Tapi, ia memperkirakan sehari dua hari ke depan kondisi laut sudah kembali teduh dan nelayan sudah bisa melaut kembali.
Atoilah juga menyatakan, saat ini nelayan di Lampung Timur sedang menghadapi musim angin timur atau musim saat para nelayan hanya sedikit mendapatkan hasil tangkapan lautnya.
"Karena memang musimnya begini, sekarang nelayan Lampung Timur sedang menghadapi musim timur, tandanya sering ada ombak tinggi dan angin juga bertiup kencang," katanya pula.
"Hasil tangkapan juga berganti, dari semula nelayan menangkap kepiting rajungan dan hasil ikan lainnya yang cukup besar di musim baratan, saat musim timuran nelayan menangkap jenis udang dan hasil tangkapan jenis ikan berkurang banyak," ujar dia pula.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
