Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Lampung Gelar Rakor Pertanian

Jumat, 8 Mei 2015 08:48 WIB
Image Print
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Kherlani (ist)
Saya mengajak kepada semua pihak khususnya para penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan bidang pertanian, untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan dan menambah semangat baru para petani guna mendorong swasembada pangan."

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi bidang pertanian tingkat provinsi guna mendorong swasembada pangan di daerah itu.

"Saya mengajak kepada semua pihak khususnya para penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan bidang pertanian, untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan dan menambah semangat baru para petani guna mendorong swasembada pangan," kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Kherlani, di Bandarlampung, Kamis (7/5).

Ia mengharapkan, program bidang pertanian, yakni empat sukses pembangunan pertanian dapat berjalan dan dicapai dengan baik.

Keempat program meliputi swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia mengatakan bahwa dari kegiatan pengawalan dan pendampingan penyuluhan sumber daya manusia pertanian diharapkan terjadi peningkatan produksi padi secara signifikan di Provinsi Lampung.

Sehingga target peningkatan 1 juta ton gabah kering giling dapat tercapai.

"Saya berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait, baik penyuluh, mahasiswa, dan TNI pendamping, agar dapat mengikuti dan menjalankan perannya dalam kegiatan Pengawalan dan Pendampingan penyuluhan SDM pertanian tersebut dengan baik, sehingga tujuan kegiatan tersebut dapat tercapai," ujarnya.

Ia menambahkan, pada saat bergulirnya otonomi daerah, jumlah penyuluh pertanian PNS di Provinsi Lampung 1.352 orang, tetapi pada tahun 2015 ini penyuluh pertanian PNS hanya tinggal 826 orang.

"Hal ini disebabkan sebagian telah memasuki usia pensiun, pindah ke dalam jabatan lain serta mutasi ke provinsi lain," jelasnya.

Ia menyebutkan, hampir semua penyuluh pertanian pada saat ini berusia lebih dari 50 tahun sehingga dalam waktu dekat penyuluh pertanian akan berkurang secara signifikan.

Menurut dia, sedikitnya jumlah penyuluh ini akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan pertanian di Provinsi Lampung.

"Pengawalan dan pendampingan penyuluhan SDM pertanian yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian yang melibatkan mahasiswa dan TNI ini, diharapkan membantu perkembangan dan kemajuan pertanian di Provinsi Lampung," ujar Kherlani.

Penyumbang terbesar Ia mengatakan sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung. Menurut data BPS, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Lampung sebesar 35,92 persen.

Penyerapan tenaga kerja dari sektor pertanian, perikanan dan kehutan melalui kegiatan on-farm, industri hulu dan industri hilir dan jasa mencapai 70 persen.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung secara kumulatif mencapai 6,48 persen. Sektor pertanian merupakan penyumbang yang terbesar yaitu 35, 92 persen.

Devisa dari nilai ekspor Lampung sebesar 7,277 miliar dolar Amerika Serikat dimana 1,405 miliar dolar atau 19,31 persen berasal dari sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Produksi komoditas pertanian bidang tanaman pangan dari Provinsi Lampung merupakan unggulan di tingkat nasional.

Komoditas padi menempati peringkat tujuh secara nasional, untuk jagung menduduki peringkat tiga secara nasional, serta untuk ubi kayu menduduki peringkat pertama secara nasional.

Dengan data-data tersebut, keberhasilan pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung tidak hanya akan mempengaruhi perekonomian Lampung tetapi akan mempengaruhi perekonomian nasional.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026